oleh

Semua Sepakat, Laut Kita Memang Kotor

MULANYA adalah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung. Gegara kelompok inilah isu kerusakan laut di Lampung jadi mengemuka hingga menarik para penentu kebijakan turun tangan.

Walhi meminta pemerintah dan aparat kepolisian mengusut tercemarnya perairan di Lampung oleh material berwarna hitam, yang diduga aspal dan minyak.

Pencemaran dimaksud adalah berubahnya warna ait laut menjadi hitam di pesisir Teluk Lampung. Warna hitam itu diduga akibat tumpahan minyak.

“Kejadian serupa sempat terjadi di Pantai Timur Lampung, pada tahun 2020 yang disebabkan tumpahan minyak,” kata Direktur Walhi, Irfan.

Walhi tak berhenti sampai di situ. Dari pemetaan yang dilakukan Walhi, pencemaran yang terjadi di pesisir Teluk Lampung justru sekarang ini lebih parah dibanding yang terjadi pada tahun lalu.

Baca Juga :  Konten Pembegalan Ustad Nasihin Hanya Untuk Tingkatkan Followers

“Kali ini terjadi di pesisir Teluk Lampung hingga Teluk Semaka yang garis pantainya sangat panjang. Ini harus ditangani serius,” kata Irfan.

Untuk itu, Irfan berharap pemerintah dan aparat kepolisian bisa lebih serius mengungkap penyebab pencemaran itu, karena diduga ada tindak pidana pencemaran lingkungan.

“Apakah dari aktivitas bongkar muat kapal minyak ataukah pencucian lambung kapal tanker yang dilakukan di perairan Lampung,” kata Irfan.

Menurutnya, pencemaran yang terjadi kali ini adalah kejadian luar biasa, lantaran masif terjadi di perairan yang sangat luas.

“Ini terjadi di garis pantai yang sangat panjang. Secara peraturan sebenarnya sudah melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,” kata Irfan.

Diketahui sebelumnya, tumpahan minyak berwarna hitam pekat memenuhi bibir pantai di sepanjang perairan Teluk Lampung.

Baca Juga :  DPP Partai Demokrat Borong Semua Berkas Dukungan Dua Calon

Diduga, cairan hitam pekat itu aspal curah. Di lokasi pesisir, hampir sepanjang 1 kilometer garis pantai dipenuhi tumpahan minyak yang tergolong sebagai limbah B3. Belum diketahui secara pasti dari mana asal limbah minyak
tersebut.

Terkait ini, Mabes Polri, DLH, dan pihak terkait tengah mencari penyebab pencemaran perairan laut di Provinsi Lampung ini.

Dilaporkan, bahwa Tim Penegakan Hukum (Gakum) KLHK Lampung ikut bergabung dalam tim.

Untuk sementara, dugaan sumber limbah mirip minyak mentah atau aspal tersebut berasal dari kebocoran pengeboran minyak di lepas pantai Kabupaten Lampung Timur atau ada kapal yang membuang limbah.

“Untuk kepastiannya, kita tunggu hasil penelitian tim dari lapangan,” kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Murni Rizal kepada Lampung, Rabu (15/9/2021),

Baca Juga :  Terima Surat Resmi DPP AWPI, Refky : Segera Saya Tindaklanjuti

Tim yang berjumlah sekitar 40 orang dari Mabes Polri, DLH provinsi, dan kabupaten/kota dibagi tiga yang masing-masing ke Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan, katanya.

Tim kedua ke Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus dan tim ketiga ke cagar alam laut Kabupaten Pesisir Barat. “Laporan dari TNBBS, 25 km garis pantai cagar alam tercemar limbah tersebut,” ujar Murni Rizal.

Ditargetkan, Kamis (16/9/2021), semua tim membahas temuannya untuk melakukan langkah-langkah berikutnya yang akan diambil Provinsi Lampung, termasuk kemungkinan penegakan hukumnya. (dbs/iwa)

Tulis Komentar

News Feed