oleh

Simbiosis Mutualisme Makhluk Hidup: Azis Pilih Firli- Firli Tangkap Azis

SIMBIOSIS mutualisme adalah relasi dua jenis mahkluk hidup yang saling menguntungkan. Simbiosis mutualisme terjadi karena tidak ada mahkluk hidup yang bisa bertahan seorang diri. Mereka saling membutuhkan satu sama lain agar dapat bertahan hidup. Interaksi antar keduanya dapat terbangun karena adanya rangkaian peristiwa: makan atau dimakan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin pada Jumat (24/9/2021) malam.

Sesaat setelah ‘pengambilan’ Azis, Ketua KPK Firli Bahuri mengeluarkan pernyataan, “Alhamdulillah sudah ditemukan.”

Ucapan ‘Alhamdulillah’ itu bisa mengandung makna positif, yakni Firli bersyukur, Azis sudah ditemukan, setelah petugas KPK sempat melakukan pencarian.

Kini, Azis sudah ditahan dan tetap masih bungkam. Di luar sana, teman-teman satu partainya, Golkar, tak sabar sibuk mencari penggantinya. Simbiosis mutualisme justru terjadi pula saat Azis bungkam, sebaliknya teman se partai sibuk menggodok figur pengganti Azis.

Bagi Azis, hari penangkapannya Jumat 24 September 2021 lalu itu adalah hari buruk yang tak akan terlupakan.

Dan bagi Firli, hari Jumat lalu itu adalah hari pembuktian, bahwa dia dan lembaganya tak pandang bulu dalam menegakkan keadilan,

Namun, sebenarnya ada peristiwa menarik antara kedua makhluk itu di masa lalu. Yakni ketika
Ketua Komisi III DPR, Azis Syamsuddin menjadi ketua penguji pada fit and proper test (uji kelayakan) Irjen Firli.

Peristiwa itu terjadi dua tahun lalu, persisnya pada hari Jumat bulan September tahun 2019.

Pada hari itu di tahun 2019 lalu, terjadi peristiwa ketua (Azis) memilih ketua (Firli).

Sebaliknya, pada Jumat pekan lalu, ketua (Azis) masuk penjara, ketua (Firli) tetap jadi ketua.

Baca Juga :  Indikasi Pemalsuan Dokumen Organisasi, AWPI Lampung Akan Laporkan Nadiyanto CS Ke Polda

Dua peristiwa itu adalah simbiosis mutualisme makhluk hidup bernama Azis dan Firli. Dulu Azis memberi jalan agar Firli dapat terpilih menjadi ketua KPK. Namun sering waktu, Firli berani menutup jalan hingga Aziz terdepak dari Senayan dan masuk penjara.

Terlepas dari dua peristiwa itu, keberanian Ketua KPK Firli Bahuri menangkap seorang Wakil ketua DPR RI pantas diapresiasi. Firli sudah menunjukkan tajinya.

Golkan UU Cipta Kerja Tetap Diborgol KPK

DI TELEVISI, tampak Azis berdiri menghadap tembok tepat di belakang Ketua KPK Firli Bahuri yang duduk sambil memberikan penjelasan kepada wartawan.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 00.32 WIB, Sabtu (25/09). Azis keluar dari ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung KPK. Ia mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan tangan diborgol.

Selama ini Azis dikenal cukup dekat dengan awak media, tapi sejak penangkapannya sampai dikirim ke rutan Polres Jakarta Selatan, Azis mendadak jadi pendiam.

Bahkan Azis tetap bungkam meski awak media mengejarnya demi sebuah jawaban singkat untuk dikabarkan.

Sikap Azis itu kontras dengan masa ketika dia memimpin sidang paripurna RUU Cipta Karya, Senin, 5 Oktober 2020 lalu.

Saat itu, Azis dengan gagahnya mengetuk palu pengesahan Omnibus Law RUU menjadi Undang-Undang.

Diketahui, pada sidang itu 7 fraksi setuju dengan UU Cipta Kerja, sedangkan 2 fraksi lainnya seperti PKS dan Demokrat menolak.

Sepanjang sidang Ombnibus Law UU Cipta Kerja itu, Azis paling banyak mendapat sorotan. Media ramai mengabarkan soal kehidupan pribadinya yang sangat sejahtera.

Besaran harta kekayaan yang dilaporkannya kepada negara pada 2019 sebesar Rp96,563 miliar ramai diumbar media massa.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Intelijen Media di Era Digital, Puluhan Personil Humas Polda Jateng Ikuti Pelatihan

Berdasarkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), Azis memiliki 7 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, dan Lampung senilai Rp89,492 miliar.

Dari angka puluhan miliar yang dikantonginya, politisi dari Partai Golkar tersebut menyisakan Rp3,502 miliar untuk dibelanjakan kendaraan.

Di dalam garasi rumahnya terparkir motor Harley-Davidson, Honda BeAT, dan 4 unit mobil mewah.

Politikus lulusan Universitas Trisakti itu memiliki ketertarikan khusus dengan Toyota, karena semua mobil miliknya buatan brand asal Jepang tersebut.

Mobil termurah yang dimilikinya adalah Kijang Innova buatan 2016.

Selain itu, Azis memilki dua unit Toyota Land Cruiser tahun produksi 2008 dan 2016.

Mobil keempatnya Toyota Alphard lansiran 2018. Itu mobil mewah sekali karena memiliki fitur canggih.

Riswan Tony DK Paling Berpeluang ke Senayan

RISWAN Tony DK berpeluang menggantikan posisi Aziz Syamsuddin sebagai anggota DPR RI. Namun untuk proses pergantian antar waktu (PAW), Partai Golkar masih menunggu keputusan pengadilan sampai berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Menurut Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Ismet H. Jayanegara, saat ini Azis Syamsuddin baru mengundurkan diri sebagai wakil ketua DPR RI setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap, terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

“Namun di DPR RI ia masih sebagai anggota dan belum ada pembahasan soal kedudukan Azis Syamsudin sebagai anggota legislatif,” ungkap wakil ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Lampung tersebut, seperti dilansir lampung.poskota.co.id, Sabtu (25/9/2021).

Ismet mengatakan, pada dasarnya Partai Golkar taat hukum dan akan mengikuti prosedur pergantian antar waktu (PAW) terhadap kader yang tersandung kasus tindak pidana. Karena itu, pihaknya masih menunggu putusan pengadilan.

Baca Juga :  Denpom II/3 Lampung Sambut Kunjungan Anggota Komisi XI DPR RI

“Kalau sudah dinyatakan bersalah dan berkekuatan hukum tetap, baru kita bicara pergantian antar waktu,” urai Ismet.

Diketahui, Azis sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Wakil Ketua DPR RI dan DPP Partai Golkar pun sudah menyetujuinya.

Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, dari 10 calon legislatif DPR RI di Partai Golkar Dapil Lampung II pada Pemilu 2019, partai yang diketuai Airlangga Hartarto ini memeroleh 281.277 suara.

Azis berada di urutan pertama dengan jumlah suara 104.042. Kemudian disusul Hanan A. Rozak dengan jumlah suara 31.016 yang sudah duduk di Senayan dan Riswan Tony DK dengan jumlah suara 15.774.

Sehingga, nama yang berpeluang kuat menggantikannya sebagai anggota DPR RI di Senayan adalah Riswan Tony DK yang perolehan suaranya berada di urutan ke tiga di Dapil Lampung II, meliputi Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Waykanan, Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji.

Ismet mengatakan, Riswan Tony DK bukan orang baru di kancah nasional dan kader militan di Partai Golkar. Ia telah dua kali menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI, yaitu pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

Jika semua proses sudah dilalui, maka Riswan Tony dapat menggantikan Azis Syamsuddin melalui proses PAW tanpa hambatan, pungkasnya. [iwa]

Tulis Komentar

News Feed