oleh

Kemampuan Ajaib Penyandang Celebral Palsy Di Pameran String Art

 

Bandarlampung- Dalam pameran String Art yang diselenggarakan di El’s Coffee Roastery, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan pada Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Melly Ayunda menjelaskan acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat bahwa anak-anak Celebral Palsy sama dengan anak pada umumnya. Menurutnya mereka itu harus diperhatikan karena mereka ingin diterima dimasyarakat.

“Mereka itu ingin diterima, bahwa mereka tidak berbeda dengan anak-anak yang lain,” Katanya saat acara pameran String Art dalam rangka memperingati hari Celebral Palsy sedunia. Rabu (06/10/2021).

“Mereka itu tidak jelek tapi bagus, mereka itu berbeda tapi tidak kurang, mereka itu ditantang tapi tidak menantang, mereka itu bukan sebuah beban tapi sebuah anugerah yang diberikan Allah SWT yang harus kita jaga, yang harus kita gali potensinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Indikasi Pemalsuan Dokumen Organisasi, AWPI Lampung Akan Laporkan Nadiyanto CS Ke Polda

Melly Ayunda mengatakan bahwa, penyakit Celebral Palsy itu bukan suatu pilihan namun suatu penerimaan bagi kita semua.

Pemerintah provinsi Lampung dalam waktu dekat akan mengadakan vestival Krakatau tepatnya pada tanggal 4 November. Ia berencana akan mengundang anak-anak penyandang Celebral Palsy. Ia berharap semua orang bisa melihat hasil karya yang luar biasa dari anak-anak penyandang Celebral Palsy.

“Saya harapkan semua orang bisa melihat, memperkenalkan anak-anak yang luar biasa bisa berkreasi dan berkarya. Saya rasa ini menjadi daya tarik bahwa Lampung mempunyai anak-anak yang luar biasa,”

Disamping itu, Mbah Surip selaku penggiat String Art melihat bahwasanya obat untuk penyakit Celebral Palsy belum ada. Oleh sebab itu ia berupaya melatih anak-anak penyandang Celebral Palsy untuk bisa berkarya. Ia mengajari mereka melukis menggunakan benang atau yang disebut sebagai String Art.

Baca Juga :  Janji Eva Dwiana Di Hari Guru, Beasiswa Studi Guru S1 dan S2

“Kami mengajak temen-temen untuk peduli kepada Celebral Palsy” Tuturnya.

Menurut Mbah Surip, kegiatan string art dapat melatih motorik anak-anak peyandang Celebral Palsy. Adapun hasil karya dari mereka itu merupakan sebuah hadian yang mereka usahakan selama ini

“Kegiatan ini (string art) adalah untuk melatih motorik peyandang Celebral Palsy, bukan hasil karya, hasil itu adalah sebuah hadiah yang mereka usahakan selama ini,” katanya.

Meskipun karya string art itu sangat sulit, anak-anak penyandang Celebral Palsy mampu menguasainya. Menurut Mbah Surip, kunci keberhasilan ialah kemauan yang kuat. Selain itu juga perlu adanya support dari keluarga.

(Tio)

Tulis Komentar

News Feed