oleh

Nero Koenang: Siapapun Ketuanya Harus Setop Percaloan di Partai Demokrat Lampung

BANDARLAMPUNG  – DPP Partai Demokrat telah memutuskan Musyarawah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Lampung dilaksanakan pada 25 Oktober 2021.

Penetapan jadwal musda itu mengutip dari Surat Pemberitahuan yang beredar kemarin bernomor 39/BPOKK/DPO-PD/X/2021 tentang Pemberitahuan Pelaksanaan Musda DPD Partai Demokrat Lampung.

Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotan dan Kaderisasi (BPOKK) PD, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si tersebut, DPP meminta DPD Partai Demokrat Lampung segera menyiapkan tiga hal, dimana pada intinya adalah segera membuat panitia pelaksana musda dan hal lain terkait lokasi, kelengkapan sarana prasarana serta koordinasi dengan aparat untuk pengamanan dan kenyamanan musda.

Untuk mengetahui persiapan musda tersebut, media ini mewawancai Wakil ketua DPD Partai Demokrat Lampung, Nero Koenang, Rabu (13/10) siang melalui WhatsApp.

Nero Koenang meminta hasil wawancara ditulis dengan model tanya jawab agar runut dan tak bias. Ia juga tidak keberatan keterangaannya yang agak ‘keras’ dimuat apa adanya.

Namun media ini harus menyunting beberapa bagian. Berikut wawancaranya:

Apakah DPD sudah siap?

Baca Juga :  Cari Nahkoda Baru, Tidar Lampung akan Gelar Musdalub

Rapat saja belum. Artinya sampai sekarang belum ada panitianya. Surat dari DPP kan belum ada. Lagi pula musda itu gampang, asal surat dari DPP sudah ada. Kita rapat, tinggal bentuk panitia. Kan di sini DPC cuma ngusulkan semua tergantung ketum siapa yang mau dipilih

Tentang Calon Ketua?

Bagi kita kader partai siapapun juga yang ditunjuk Ketum AHY, ys kita samikna. Yang penting 2024 Demokrat Lampung jadi pemenang. Dan kalo ketum (AHY) nyalon presiden paling tidak Lampung juga menang. Yang penting kerja sama antar kader bahu membahu. Menuju 2024 ya konsolidasi.

Lalu, mengapa cuma ada dua calon. Apakah ini tanda Demokrat di Lampung miskin kader yang layak?

Kalo soal kader mumpuni, semua mumpuni. Karena kita sudah dikader zaman mahasiswa. Dan kita punya rekam jejak yang bagus kok. Cuma ya untuk keutuhan partai akhirnya banyak kader yang menahan diri. Apalagi untuk ketua DPD nanti hak prerogatif ketum AHY. Kita hanya mengusulkan saja dari daerah.

Apakah calon yang ditujuk AHY atau terpilih di musda nanti akan dapat diterima semua pihak?

Baca Juga :  Daerah Jangan Latah dan Omong Kosong

Harus. Itulah pentingnya konsolidasi. Nanti, siapapun yang ditunjuk AHY harus turun ke bawah.. Mesti ada konsilidasi total.. Untuk memenangkan Lampung anggota DPR RI Demokrat dapil satu dan dua ya tetap harus merangkul kader, harus sejalan dengan DPC dan DPC.
PAC dan ranting jangan lagi dibiarkan sendiri sendiri. Jadi dari pusat sampai kabupaten hingga ranting harus sejalan.

Wawancara tejeda sejenak. Tapi Nero masih terlihat mengetik, lumayan lama. Lalu ia mengirimkan pesan: “Siapa pun yang menjadi ketua, harus bisa menghentikan praktik percaloan”

Maksudnya Bung, bisa diperjelas?

Ya, siapa pun yang jadi ketua, kalau demokrat mau besar, ya harus hentikan itu para calo-calo yang berkeliaran.

Calo internal ya?

Mereka cari uang untuk perut mereka sendiri. Menggencet sana-sini

Calonya pusat atau lokal?

Ada pusat ada lokal. Yang lokal menggencet orang-orang DPC saat Pilkada

Keras nih, Izin saya kutip?

Ya kutip saja. Soal itu sudah saya diskusikan dengan Andi Arif dan kawan kawan di DPP. Ini penting diketahui publik demi kejayaan Partai Demokrat.

Baca Juga :  Laut "Sampah" Sukaraja Butuh Perhatian

Bisa Bung Nero gambarkan ciri ciri calo itu. Cara mainnya?

Itu calo kalau musim pilkada nemuin DPC, nemuin calon.. nemuin sekretaris.. Nemui ketua.. Cara mainnya mereka membawa nama-nama pejabat partai di DPP.

Anda dekat dengan Yusuf Kohar?

Dekat sekali, kami berteman baik. YK bagus kerjanya.. Cuma bagi yang cari uang di partai dia tidak diterima. Karena YK itu jujur-jujurnya manusia.

Harapan Bung Nero?

Saya ingin partai ini besar. Syaratnya partai ini harus disiplin memgusung kader sendiri. Lalu tidak boleh ada politik uang dalam pemilihan ketua DPD dan DPC. Harus dihentikan. Baru partai ini bisa besar. Kalo saya ditunjuk jadi ketua panitia musda, poin-poin itu yang akan menjadi tema besar dalam sambutan saya. Akan saya tegaskan semuanya dihadapan ketum AHY. Itu kalo saya jadi ketua musda..(IWA)

Tulis Komentar

News Feed