oleh

Sekolah Di Pesawaran Banyak Tak Prokes, Kadisdik Ingatkan Sanksi Pencopotan Kepsek

 

 

PESAWARAN – Banyaknya temuan di sekolah-sekolahan yang siswanya masih tidak menerapkan pratokol kesehatan (Prokes). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran Anca Martha Utama akan berikan sanksi pencopotan bagi Kepsek yang tak patuh prokes.

Dalam pernyataan Kadisdikbud Pesawaran ini mengatakan, walaupun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dilakukan satu bulan lebih, namun masih ditemukannya sekolahan yang cuek akan prokes anak murid saat berada di sekolah.

“Pagi ini saya sudah berkeliling ke sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Gedongtataan, hasilnya ada sekolah yang saya datangi belum ada satupun guru apalagi kepala sekolahnya, kalau seperti ini bagaimana bisa di jamin prokes di sekolah tersebut berjalan secara baik,” ujarnya. Rabu,(27/10/2021).

Baca Juga :  Tak Kunjung Diperbaiki Kemenag, Wara Teba Jawa Swadaya Bongkar MI Jamiatul Islamiyah

Selain itu, lanjutnya, masih ada sekolah yang tidak membagi jam masuk sekolah, sehingga adanya penumpukan di dalam kelas, hal ini yang akan dilakukan pihaknya untuk mengevaluasi ulang guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah.

“Saya sudah pesankan kepada pengawasnya, kalau sudah tidak mau menerapkan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait prokes bilang saja, akan saya copot dia jadi kepala sekolah,” tegasnya. Saya tidak mau, akibat kelalaian kepsek dalam penerapan prokes di lingkungan sekolah mengakibatkan terjadinya penyebaran covid-19 di area sekolah” jelasnya.

Apalagi, sambungya lagi, Kecamatan Gedongtataan adalah ibu kota Pesawaran, seharusnya sekolah-sekolah yang ada disini menjadi rujukan bagi sekolah yang ada di kecamatan lain, bukan malah seperti ini. Ancha berharap, kepada para kepala sekolah yang disekolahnya sudah menerapkan prokes secara baik, agar dapat membagi kiat-kiat kepada kepala sekolah lainnya, sehingga penerapan prokes di sekolah dapat berjalan baik dan serempak.

Baca Juga :  Tenaga Kontrak Di Pemkab Pesawaran Akan Terima BSU 1 Juta Rupiah Dari BPJS Ketenagakerjaan

“Kalau kepala sekolah itu punya kesadaran tinggi terhadap keselamatan anak muridnya, saya yakin mereka pasti melaksanakan prokes ketat. Jangan karena tidak ditemukan kasus baru di sekolah mereka langsung berleha-leha mengabaikan prokes. Mereka dijadikan kepsek itukan karena kita percaya mereka bisa mengatur sekolah tersebut, tapi kalau masalah prokes ini saja tidak bisa dijalankan dengan baik berhenti saja jadi kepsek,” tutupnya (Mus)

 

Tulis Komentar

News Feed