oleh

Harga Telur Mahal, Mengapa Tak Ada Unjuk Rasa di Jalan?

Telur adalah parabola, berwujud tak bersudut, rentan pecah, imut, dan tak bisa disimpan lama. Dan, sekarang harga telur mahal, Rp30 ribu/kg.

Begitulah telur ditakdirkan Tuhan demi kemaslahatan ayam atau hewan bertelur lain, supaya nyaman, terbebas dari kesusahan atau kesakitan pada saat bertelur dan mengeraminya.

Bayangkan, bila telur berbentuk kotak atau segi tiga, jelas sangat menyiksa.

Dan coba bayangkan pula bila telur berbentuk tombak yang berujung lancip dan keras atau berwujud boneka hello kitty yang kenyal tapi susah pecah….

Telur, terutama telur ayam, dalam banyak hal memberikan banyak manfaat dalam kehidupan. Seluruh manusia di dunia pasti memakannya, meski ada yang tidak suka bila disajikan dalam wujud aslinya.

Telur yang berharga murah, sesungguhnya adalah kemewahan yang diberikan Sang Pencipta untuk seluruh umat manusia, hingga kita lupa memberi apresiasi kepada ayam, sang pemilik asli. Ayam wajib ridho (meski sering ngamuk bila telurnya hilang) menjalani suratan hukum alam.

Telur, sebagai komoditi, dijual massal, ada di mana-mana dan dikonsumsi orang kaya hingga orang “tak punya apa-apa”.

Telur adalah menu dunia, disajikan di warung kaki lima yang sumpek hingga bersanding dengan menu mewah lainnya di hotel -hotel berbintang.

Sebagai komoditi massal, telur termasuk jenis barang yang wajib dipantau ketersediannya oleh pemerintah demi memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

Di samping itu, telur termasuk salah satu jenis barang esensial yang masuk dalam kelompok barang makanan. Pergerakkan harga telur juga menjadi indikator penting untuk mengukur tingka inflasi/deflasi.

Dalam praktiknya, memang, kenaikkan harga telur tidak sampai membuat masyarakat heboh. Tidak pernah ada unjuk rasa di jalan gegara harga telur naik, meski sekarang harga telur tengah menjulang tinggi.

Telur punya kearifan alamiah. Wujudnya yang parabola mengharuskan harganya turun naik.

Naik turun harga telur biasanya tidak mendorong harga barang lain ikut naik.

Harga martabak telur, nasi goreng, dan lain-lain makanan yang menggunakan telur sebagai bahan baku, cenderung tetap, meski kenaikkan harga telur dikeluhkan.

Telur memang ajaib.

(iwa)

Tulis Komentar

Baca Juga