oleh

Pelajaran Berharga dari Peristiwa Terbunuhnya Tentara

-Opini-177 Dilihat

Oleh: Iwa*

PERISTIWA terbunuhnya tentara TNI AD di Tokyo Space Kafe beberapa hari lalu membuktikan masih lemahnya pengawasan oleh satuan kerja di Pemerintah Kota Bandarlampung.

Sebaiknya, Walikota mengakui saja bahwa pengawasan terhadap kafe, tempat hiburan  dan peredaran minuman di kota ini masih lemah.

Evaluasi terhadap satuan kerja terkait mendesak dilakukan, bahkan bila perlu dengan mencopot pejabat yang tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Bukankah semua tahu, bahwa ada (meski tak banyak) kafe dan tempat hiburan  kemaruk beroperasi melewati jam batas operasi, bahkan diam-diam menjual minuman keras.

Pengakuan yang jujur, bahwa Pemkot Bandarlampung lemah dalam pengawasan, penting diungkapkan supaya masyarakat tahu bahwa  Walikota serius menegakkan aturan.

Baca Juga :  Daster Disaster

Walikota tak perlu sungkan. Ketegasan walikota melakukan perbersihan pasti akan mendapat dukungan dari masyarakat.

Kita mengapresiasi niat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung akan memperketat pengawasan terhadap aturan jam operasional kafe dan tempat hiburan di Bandar Lampung.

Selain itu, kita juga akan mendukung janji Pemkot akan memperketat pengawasan peredaran minuman keras.

Kita senang mendapat kabar bahwa Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana bakal mengecek rutin kadar alkohol yang dijual di kafe dan tempat hiburan.

Tapi kita akan lebih senang, bila Bunda Eva, sebagai pimpinan Majelis Taklim Rahmat Hidayat memurnikan pemahamannya, bahwa peredaran minuman keras adalah maksiat yang wajib diberantas.

Bunda Eva harusnya bisa, karena dia sekarang adalah walikota, bukan pimpinan majelis taklim semata.

Baca Juga :  Daster Disaster

Kita berharap di masa pemerintahannya, Kota Bandarlampung menjadi lebih bersih dari maksiat apa pun.

Jangan sampai terjadi lagi peristiwa  terbunuhnya tentara di kafe yang sejatinya menjadi tempat menyenangkan. Semoga.

(*)Pemred Haluan Lampung

Tulis Komentar