oleh

Lupakah Kalian Ini Malam Jumat?

SETELAH seharian, ada miliar sel kulitmu menjadi debu, menjadi daki. Bau, maka mandilah dulu. Gosok gigi, lalu semprotkanlah minyak wangi. Lupakah kalian ini Malam Jumat?

Inilah malam yang ditunggu untuk berhubungan suami istri. Sunah Rasul, gitu. Lets do it. Namun, benarkah begitu?

Sementara, anggap saja itu benar, toh tidak dilarang dan menyenangkan.

Tapi sebenarnya, konteks sunah rasul pada malam jumat bukan tentang hubungan suami istri. Tak semata terkait masalah seksual. Sebab, salah satu tujuan utama berumah tangga adalah memiliki keluarga sakinah.

keluarga sakinah adalah keluarga yang berawal dari rasa cinta (mawaddah) yang dimiliki oleh kedua suami-istri.

Rasa cinta berkembang menjadi kasih sayang (rahmah) seiring bertambah anggota keluarga hingga melahirkan ketenangan dan kedamaian hidup.

Dilansir NU Jatim, sebenarnya ada beberapa dalil yang mengarah antara hubungan suami istri di malam jumat dengan sunah raul.

Abu Nashar Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamadani mengutip riwayat yang menyebut pernikahan para nabi di hari Jumat.

روى أنس بن مالك رضي الله عنه بالإسناد الذي ذكرناه في المجلس الأول قال سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن يوم الجمعة فقال يوم صلة ونكاح قالوا كيف ذلك يا رسول الله قال لأن الأنبياء عليهم الصلاة والسلام كانوا ينكحون فيه

Artinya: “Sahabat Anas bin Malik RA meriwayatkan dengan sanad yang telah kami sebutkan di bab pertama, ia bercerita bahwa Rasulullah SAW ditanya perihal hari Jumat. Rasulullah menjawab: “(Jumat) adalah hari hubungan dan perkawinan”.

Sahabat bertanya: “Bagaimana demikian, ya Rasulullah?” Nabi Muhammad SAW menjawab: Para nabi dahulu menikah di hari ini,”.

Hari Jumat merupakan hari pernikahan beberapa rasul dan orang shaleh. Jumat merupakan hari perkawinan Nabi Adam AS dan Siti Hawa, Nabi Yusuf AS dan Zulaikha, Nabi Musa AS dan Shafura (Zipora) binti Nabi Syu’aib AS, Nabi Sulaiman AS dan Bilqis.

Baca Juga :  Daster Disaster

Selain itu, juga pernikahan Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah, Nabi Muhammad SAW dan Siti Aisyah, dan Sayyidina Ali RA dan Siti Fathimah Az-Zahra.

Ada beberapa pendapat ulama mengenai hubungan suami istri di malam Jumat. Ada yang mengatakan bahwa sunnah waktu berhubungan intim yang berpahala adalah sebelum menunaikan shalat Jumat.

Yaitu sejak pagi sampai sebelum salat Jumat, bukan pada malam hari (sebelum subuh). Terdapat dalil terkait sunnah ini dan penjelasan ulama.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

Artinya: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat (dengan membasuh kepala dan anggota badan lainnya), membuat mandi, pergi di awal waktu, mendapati khutbah pertama, mendekat pada imam, mendengar khutbah, serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun,” (HR Tirmidzi).

An-Nawawi Rahimahullah menjelaskan, ada tiga pendapat ulama terkait dengan lafaz ( اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ). Beliau menjelaskan:

“Diriwayatkan cara membacanya yaitu ‘gasala’ (dengan takhfif pada huruf sin) dan riwayat lainnya ‘gassala’ (dengan tasydid pada huruf sin). Dua cara baca ini adalah dua riwayat yang masyhur. Yang rajih (lebih kuat) menurut muhaqqiqun (peneliti) adalah tanpa tasydid huruf sin.

Berdasarkan cara baca ini, ada tiga pendapat dalam maknanya: Berhubungan intim dengan istri. Hal ini disampaikan oleh az-Zuhri. Beliau mengatakan “Dan dikatakan ‘membuat istri mandi wajib’, jika berhubungan intim dengan istri.”; Membasuh kepala dan bajunya; Berwudu,” (Al-Majmu‘, 4: 543).

Baca Juga :  Daster Disaster

Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan makna ‘gassala‘ adalah berhubungan intim dengan istri. Beliau berkata: “Makna gassala adalah berhubungan intim dengan istrinya. Demikianlah yang ditafsirkan oleh Waki’,” (Zadul Ma’ad, 1: 385).

Melakukan hubungan suami istri di malam Jumat atau bahkan di Jumat pagi bisa saja dilakukan, dan bisa menjadi sunah rasul jika melihat beberapa keterangan di atas.

Hikmah dari sunnah berhubungan intim sebelum salat Jumat adalah agar pikiran menjadi lebih tenang, segar, serta fokus dalam melakukan ibadah yang akan dimulai, yaitu shalat Jumat.

Berhubungan badan dengan istri juga memiliki banyak keuntungan, terlepas dari kapan waktu dilakukannya. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,

وَأَمَّا الْجِمَاعُ وَالْبَاهُ، فَكَانَ هَدْيُهُ فِيهِ أَكْمَلَ هَدْيٍ، يَحْفَظُ بِهِ الصِّحَّةَ، وَتَتِمُّ بِهِ اللَّذَّةُ وَسُرُورُ النَّفْسِ، وَيَحْصُلُ بِهِ مَقَاصِدُهُ الَّتِي وُضِعَ لِأَجْلِهَا

“Adapun jimak, berhubungan badan, maka petunjuk beliau –Nabi SAW– dalam hal ini adalah petunjuk yang paling sempurna. (Jimak) menjaga kesehatan, kelezatan dan keceriaan jiwa akan menjadi sempurna. Akan tercapai semua maksud yang ditujukan (kemaslahatan),” (Thibbun Nabawi, 1: 187).

Selain melakukan hubungan suami istri di malam Jumat, ada juga beberapa amalan lain yang berpahala dan dapat dilakukan saat malam tersebut.

Menurut kalender hijriyah, hari Jumat dihitung mulai Kamis petang saat matahari terbenam. Oleh karena itu, sangat disarankan melakukan amalan-amalan sunah di malam Jumat. Beberapa di antaranya yakni:

1. Membaca Surat Al-Kahfi
Membaca Surat Al-Kahfi bisa dikerjakan pada malam Jumat atau di hari Jumat. Keutamaan membaca surat ini manfaatnya dapat diberikan ketenangan hati hingga satu pekan.

Baca Juga :  Daster Disaster

Dengan membaca surat itu, maka kita akan dieterangi cahaya antara dua Jumat. Selain itu, orang yang membacanya akan dilindungi dan dijauhkan dari fitnah Dajjal.

“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah,” (HR Ad-Darimi).

2. Membaca Surat Yasin
Sunah malam Jumat berikutnya yakni membaca Surat Yasin. Salah satu keutamaan membaca surat tersebut yakni Allah SWT akan mengabulkan permintaan.

“Barangsiapa membaca Surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya,” (HR Abu Daud).

3. Shalat Tahajud
Allah SWT akan memberikan berkah dan rahmat yang besar bagi umatnya yang menjalankan shalat tahajud. Dalam Alquran, Allah SWT menjelaskan:

“Dan pada sebagian malam, dirikanlah salat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji,” (QS Al-Isra:79).

4. Membaca Sholawat
Umat Islam dianjurkan untuk membaca sholawat pada malam Jumat. Ini memiliki banyak manfaat, antara lain dikabulkan doa yang dipanjatkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah.

Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat,” (HR Muslim).

Meski dapat dilakukan kapan saja, hubungan suami istri di malam Jumat bisa menjadi sunah rasul bagi orang-orang yang mempercayainya.(SUMBER: https://www.orami.co.id/)

Tulis Komentar