oleh

Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur Diringkus

Way Kanan – Polsek berhasil meringkus pelaku H (37) diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, yang dilakukan diperkebunan karet, Kampung Mesir Ilir Kecamatan Bahuga Kabupaten Way Kanan. Kali ini dialami oleh Bunga (14), warga Kecamatan Bahuga, pelakunya Tersangka H (37), warga Kampung Mesir Ilir Kecamatan Bahuga Kabupaten Way Kanan.

Seperti dijelaskan oleh Kapolsek Buay Bahuga Polres Way Kanan Iptu Herwin Afrianto mendampingi Kapolres AKBP Teddy Rachesna di ruang kerjanya, Jum’at (10/6) menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku terjadi pada Kamis (9/6) sekitar pukul. 15.00 Wib, petugas berhasil menangkap pelaku di salah satu kebun karet di Kampung Mesir Ilir.

“Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan, sehingga dengan mudah jajaran Polsek Bahuga membawanya,” kata Herwin Afrianto.

Baca Juga :  Pintu Gerbang Pemkab Tuba Tak Terawat, Seolah Dibiarkan

Sedangkan kronologis kejadiannya, lanjut Herwin, terjadi pada minggu ketiga bulan Februari tahun 2022, Isna ibu kandung Mawar mendapat informasi dari warga bahwa pelaku inisial H mempunyai hubungan dengan korban.

Mendengar informasi tersebut, ibu korban menanyakan kebenarannya kepada Mawar, dan akhir bulan Februari 2022 pelaku mendatangi orang tua korban yang sedang menderes di kebun karet untuk minta restu dan ingin menikahi korban.

“Namun karena masih dibawah umur orang tua korban tidak menyetujui permintaan pelaku,” ujarnya.

Pada April 2022, masih jelas Herwin, terungkap perbuatan persetubuhan tersebut, dari rekaman Vidio di ponsel pelaku, serta penjelasan Mawar kepada ayahnya, bahwa H telah melakukan persetubuhan dengan korban di kebun karet dan usai menyetubuhi, pelaku memberikan uang sebesar Rp. 500. ribu rupiah kepada korban.

Baca Juga :  96 KPM di Pekon Atar Bawang Terima BLT DD

“Tidak hanya sebatas itu, pelaku juga selalu mengancam korban apabila tidak mau melayani hasratnya dan tidak mau di nikahi, akan membunuh ayah korban, akibatnya korban mengalami trauma, kemudian orang tua korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buay Bahuga,” tegasnya.

Saat ini pelaku H diamankan ke Polsek Buay Bahuga guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, akan dikenakan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) atau 82 Ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.  (Medi)

Tulis Komentar