oleh

PKB Ngotot Cak Imin Jadi Capres, Gimik Doang?

MASIH hitungan hari, pasangan Prabowo – Cak Imin sudah diomongin macam-macam, bahkan oleh orang dalam. Cak Imin digoda-godain jadi Capres, bukan cawapresnya Prabowo. Terhadap kabar itu Haluanlampung kaget dan berusaha memperoleh informasi. Masak sih Cak Imin ngotot jadi capres?

Pada Senin (12/06) malam, media ini memperoleh informasi bahwa yang ngotot itu bukan Cak Imin, melainkan anak buahnya, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Jazilul Fawaid.

Sementara Cak Imin sendiri diam.

Jazilul mengatakan bahwa pihaknya bersikeras untuk menjalankan Muktamar PKB yang menginginkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa  Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi capres.

Jazilul Fawaid mengaku tidak rela jika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin hanya menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2024 mendatang.

“Saya pribadi enggak rela, sebagai Waketum bidang Pemenangan (PKB), enggak rela lho,” kata Jazilul, Senin (20/6/2022).

Namun pernyataan Jazilul terkesan seperti gimik politik dan bagus juga untuk mendongkrak populeritas.

Sebab, sebelumnya, Jazilul mengatakan kerja sama yang dijalin PKB dengan Gerindra akan Mempermudah proses pengusungan capres dan cawapres. Ia pun mengungkapkan bahwa pihaknya bisa saja mengusung duet Prabowo Subianto-Cak Imin.

Sebagai informasi, Gerindra dan PKB sepakat bekerja sama usai ketua umum kedua partai tersebut menjalin pertemuan di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6) malam.

Prabowo mengatakan langkah itu diambil untuk dapat menyukseskan kontestasi politik pada 2024 mendatang. Menurutnya, Gerindra merupakan partai dengan konstituen besar sehingga dirinya
merasa punya tanggung jawab.

Cak Imin pun mengatakan bahwa kerja sama keduanya bisa dilanjutkan dengan partai-partai lain demi menghadapi Pemilu 2024.

Sementara Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa mengatakan bahwa PKB harus realistis.

“Yang realistis juga, jika ingin menang koalisi ini harus tetap menempatkan Prabowo sebagai capres,” ujar Herry, Senin (20/6/2022).

Keinginan PKB soal pencalonan ketua umumnya, kata Herry, dapat dinilai sebagai langkah PKB untuk tetap memiliki nilai bargaining.

“Saya rasa ini bagian dari gimikk saja atau langkah PKB tetap memiliki nilai bargaining,” katanya.

“Kan belum pendaftaran capres-cawapres. Ini masih proses ke depannya,” sambungnya. (iwa)

Tulis Komentar