oleh

Siapkan Kurikulum Merdeka, UPT SMPN 16 Bandarlampung Akan Gelar IHT IKM

Bandarlampung – Menyambut tahun ajaran baru, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Kota Bandarlampung akan melaksanakan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Tahun Pelajaran 2022/2023.

Hal ini dilakukan, untuk lebih menyiapkan diri dalam menghadapi pemulihan pembelajaran satu tahun kedepan.

Plt. Kepala SMPN 16 Kota Bandarlampung, Suyoso mengatakan, sesuai arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, seluruh sekolah mempersiapkan diri untuk menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.

“Kelas 7 akan menggunakan kurikulum baru yaitu Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, untuk kelas 8 dan 9 masih menggunakan kurikulum lama, K 13,” jelas Suyoso saat diwawancarai oleh Media Haluan Lampung, diruangan nya, selasa (21/06/2022).

Baca Juga :  Politik Pilgub Lampung Sudah Dimulai, Teriakan Arinal Dua Periode Menyusup pada Acara Bagi-bagi Sembako di Sawah Brebes

Untuk menghadapi hal tersebut, SMPN 16 Kota Bandarlampung dalam waktu dekat akan melaksanakan IHT.

“Sebelum kita adakan IHT, pada tanggal 23 Juni 2022 mendatang kita akan mengikuti terlebih dahulu kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Rapor Pendidikan di Begadang Resto yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung dan MKKS-SMP Kota Bandar Lampung yang diikuti dari unsur Kepala Sekolah, Waka Bidang Akademik dan Tim Standar Proses atau Guru Penggerak seluruh SMP se kota Bandarlampung. Pada IHT IKM mendatang kami akan mengundang narasumber dari LPMP atau narasumber lainnya yang sudah mendapatkan pelatihan dari pusat untuk memberikan arahan supaya guru bisa lebih paham untuk kurikulum yang baru,” terangnya.

Baca Juga :  Wow, Uji KIR di UPT PKB Dishub Tak Sampai 5 Menit

Dikesempatan yang sama, Wakil Kepala SMPN 16 Bidang Kurikulum, Agus menambahkan, perbandingan kurikulum lama dengan baru tidak terlalu signifikan

“Salah satu perbedaan kurikulum lama dan baru adalah pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Mata Pelajaran tidak ada di kurikulum yang baru,” ujarnya.

“Kegiatan pembelajaran terdiri dari dua yaitu kegiatan belajar rutin di kelas (intrakurikuler) dan projek penguatan profil pelajar Pancasila,” ini juga yang beda tambahnya. (Anca)

Tulis Komentar