oleh

Dua Pekon Di Lambar Nihil Penerangan

LAMPUNG BARAT – Merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tahun 2017–2022 tentang target pekon teraliri listrik sebesar 97,06 % sejatinya telah tercapai.

Pasalnya pada 2021, prosentase elektrifikasi daerah tembus pada angka 98,53 %, melebihi satu persen dari target yang telah ditetapkan.

Kendati demikian ikhwal angka capaian tersebut, dua dari 131 Pekon di Lambar yakni Sidorejo dan Rowo Rejo Kecamatan Suoh, masih belum tersentuh aliran listrik bersumber Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Penyebabnya, pekon Roworejo dan Sidorejo berada di kawasan hutan lindung sehingga pembangunannya memerlukan izin dari Kementerian terkait.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab setempat pun telah berkoordinasi dengan Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Unit Layanan Pelanggan (ULP) Liwa, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia.

Baca Juga :  Pembangunan Masjid Nurul Huda, Parosil : Bagian Syiar Islam

Hal diatas dikutip dari pernyataan Bupati Lambar, Parosil Mabsus, dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lambar Dengan Acara Menyampaikan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap LKPJ APBD Tahun Anggaran 2021, di Aula Sidang Margasana, Rabu (22/6/2022).

“Saat ini secara prinsip Kementerian LHK telah mengizinkan pembangunan jaringan listrik sesuai dengan aturan yang berlaku. Maka dari itu pihak yang akan membangun PLN harus menyusun Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL),” ujar Parosil Mabsus.

Atas dasar tersebut kata Parosil, pihaknya bersama unsur terkait telah melakukan sejumlah proses demi meratanya saluran listrik di sudut daerah kepada pihak-pihak yang bersangkutan.

“Seperti PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero telah mengajukan surat permohonan kebijakan pengecualian persetujuan lingkungan kepada Kementerian LHK yang dapat di berikan kebijakan persetujuan lingkungan Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) pembangunan jaringan listrik di pekon Roworejo dan Sidorejo,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelatihan Penganggaran Berbasis Gender Berdampak Pada Pembangunan

“Saat ini untuk pembangunan jaringan listrik Roworejo dan Sidorejo PLN menunggu jawaban dari Kementrian,” sambungnya.

Sementara, untuk pembangunan dan pengembangan jaringan listrik di pekon dan pemangku yang belum teraliri listrik Pemkab Lambar pun telah mengusulkan kepada PT. PLN persero melalui Surat Nomor: 500/288/07/2022 tanggal 14 April 2022 lalu.

“Perihal Permohonan Pembangunan jaringan Listrik PLN Hasil kordinasi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan PT. PLN persero unit distribusi Lampung yang di laksanakan pada tanggal 21 Februari 2022,” terangnya.

Hasilnya kata Parosil Mabsus, bahwa PT. PLN persero telah menyusun rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) tahun 2020-2029 yang memuat rencana pengembangan jaringan listrik di provinsi lampung khusus nya di Kabupaten Lambar.

Baca Juga :  Puncak HUT ke-27, PDAM Limau Kunci Bakal Bagikan Sepeda Listrik di Acara CFD

“Terdapat rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan di dua pekon yaitu pekon Roworejo dan Sidorejo yang terdapat di kecamatan Suoh serta pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Pagar Dewa pemangku Sukamakmur, Bumi Agung, Hujung, Atar Kuwaw, Batu Api, Sidodadi,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Lambar, Edi Novial memberikan apresiasi atas paparan dan jawaban Pemkab Lambar, ikhwal salahsatu jawaban dalam pandangan umum DPRD Lambar tentang LKPJ APBD 2021 yang disampaikan melalui Kepala Daerah setempat.

“Pasalnya dalam melakukan sidang paripurna ini saudara Bupati Parosil Mabsus secara terbuka mengevaluasi kinerja staf dan jajarannya,” tukas Edi Novial. (En/Pai)

Tulis Komentar