oleh

Kabar Tak Sedap Dibalik Sukses Festival Mobil Hias

BANDAR LAMPUNG – Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara pada Minggu (31/07/2022) kemarin sukses memeriahkan Kota Bandar lampung setelah bertahun-tahun tak pernah menggelar acara serupa itu.

Bank Wawai pun boleh bangga dengan kemenangannya sebagai mobil hias terbaik. Itu wajar, karena bank itu punya uang banyak.

Tapi, pemenangnya bisa berubah bila penilaiannya didasari asal-usul pembiayaan festival itu oleh peserta.

Jika didasari hal itu, maka pemenang yang pantas adalah Kecamatan Enggal. Soalnya, anggota Linmas di kecamatan itu dipaksa ikut menyokong membiayai keikutsertaan kecamatan tersebut.

Iklaskah mereka?

Jelas tidak! Itu sebabnya mereka menceritakan hal ini kepada Haluan Lampung, Senin (01/08/2022).

Seorang anggota Linmas di kecamatan itu mengaku memperoleh gaji atau insentif Rp750.000 per bulan.

Baca Juga :  JMSI Lampung Bersiap Bentuk Lima Pengcab

Dari uang gaji cuma segitu, anggota Linmas masih diminta menyokong Rp20 ribu. Ini bukan sukarela karena langsung dipotong gaji.

“Kita pawai kemarin sukong-sukongan, dipotong gaji dari RT nanti,” ungkap anggota Linmas yang tidak mau disebut namanya.

Parahnya, pemotongan itu tanda pemberitahuan. Para anggota Linmas baru diberi pada suatu malam sebelum hari pawai-pawaian, bahwa uang gaji mereka dipotong untuk membiayai mobil yang sudah selesai dihias.

Ia juga mengatakan, para RT pun juga diminta untuk berpartisipasi Rp50 ribu.

Diketahui jumlah RT di kecamatan ini ada 27 orang. Anggota Linmas 30 orang. Dari 57 orang inilah sesungguhnya kendaraan hias kecamatan itu dibiayai.

Ada lagi soal lain yang sama parahnya. Ini terkait dengan komitmen Walikota yang berjanji akan memberikan uang Rp2.5 juta untuk anggota Linmas di Kelurahan Rawa Laut, Kecamatan Enggal yang berhasil menjadi juara kedua lomba kebersihan dan PBB Linmas.

Baca Juga :  Wow, Uji KIR di UPT PKB Dishub Tak Sampai 5 Menit

Bun…bun, uang itu tidak pernah sampai ke anggota Linmas.

“Sepengetahuan kami, Bunda Eva mengatakan uang itu untuk kami. Tapi sampai sekarang tak sampai kepada kami,” ujar anggota Linmas Kelurahan Rawa Laut.

Lalu, ke mana uang itu?

Camat Enggal Rina Nuriwaty membenarkan perihal uang itu, tapi ia mengaku menerima Rp500.000 untuk bayar stand di Way Dadi.

Rina menjelaskan sisa uang menang lomba itu sudah diberikan kepada Naufal yang saat ini sudah menjadi mantan Lurah Rawa Laut.

“Sudah diserahkan ke Naufal, uang itu untuk bantu pawai budaya kelurahan,” ungkapnya.

Sedangkan terkait pemotongan gaji Linmas untuk membiayai pawai-pawaian, Rina mengatakan bahwa itu adalah partisipasi agar dapat mengikuti festival tersebut.

Baca Juga :  Politik Pilgub Lampung Sudah Dimulai, Teriakan Arinal Dua Periode Menyusup pada Acara Bagi-bagi Sembako di Sawah Brebes

“Tidak ada dana-dana dari kecamatan. Pawai itu tidak ada modal. Itu partisipasi, masa tidak mau, insentif aja menerima walaupun kerja cuma nongkrong-nongkrong, malahan banyak yang tidak kerja itu,” ujarnya.

“Aturannya uang itu saya yang pegang. Emang di sana itu banyak kuman. Saya mau lurusin karena Kelurahan Rawa Laut banyak kuman kalau mau tau,” tambahnya.

Nah…!.(Anca)

Tulis Komentar