BANDAR LAMPUNG – Kenaikan harga gabah/beras di tingkat produsen di Lampung pada awal tahun 2023 akan menjadi keniscayaan atau sulit dihindari lantaran perkembangan harga gabah dan beras yang terus mengalami kenaikan dalam besaran cukup signifikan.
Gejolak kenaikan harga gabah dan beras pada Desember 2022 diperkirakan akan terus berlanjut pada Januari 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung dalam laporan rutinnya pada Desember 2022 melaporkan telah terjadi kenaikan harga Gabah Kering Panen (GPP) di tingkat petani sebesar 4,20 persen dari Rp 5.100 per kg menjadi Rp 5.314,29 per kg.
Kenaikan itu telah mendorong naiknya harga beras di tingkat penggilinan, dimana harga beras kualitas premium meningkat sebesar 3,26 persen.
BPS Lampung merinci, harga gabah tertinggi di tingkat petani pada Desember 2022 telah mencapai Rp 5.700per kg untuk gabah kualitas GKP varietas Ciherang yang terdapat di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Sedangkan harga gabah terendah mencapai Rp5.100 per kg dengan kualitas dan varietas yang sama di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.
Harga-harga tersebut lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp4.200 per kg.
Dilaporkan pula, harga gabah tertinggi di penggilingan sudah menembus Rp5.800 per kg untuk gabah kualitas GKP varietas Ciherang di Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas dan varietas yang sama Rp5.240 per kg terdapat di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah.
Harga-harga tersebut sudah jauh di atas HPP yaitu Rp4.250,00 per kg.(IWA)





