Bandarlampung – Lampung masuk salah satu provinsi ‘wajib’ melaksanakan program Gerakan Nasional (Gernas) Tanam Padi skala Nasional.
Ada 10 daerah yang plotong senagai daerah pelaksana program ini. Di antaranya, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pringsewu, Way Kanan, Tulangbawang, Mesuji, Pesisir Barat, dan Lampung Utara.
Sayangnya, program yang dirancang untuk mengantisipasi dampak El Nino ini, berpotensi molor dari jadwal waktu yang telah ditetapkan pemerintah Oktober 2023.
Sebab, hampir di semua daerah pelaksana program, belum semua mencapai target. Seperti halnya di Kabupaten Tanggamus. Dari lahan seluas 4.871 hektare untuk pelaksanaan kehoatan, baru terealisasikan 3.671 hektare. Tersisa 1.200 hektar lahan lagi yang belum digarap.
Pihak Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus beralasan, akibat terkendala debit air di beberapa tempat. Hingganya, realisasi program Gernas Tanam Padi belum bisa memenuhi target.
“Realisasi tanam padi pada Oktober 2023 ini, baru mencapai 75,6 persen dari target 4.871 hektare, dan seluas 1.200 hektare yang belum ditanam,” kata Rahmat Hidayat, Kabid Tanaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus, baru-baru ini.
Dia menjelaskan, pada beberapa kecamatan terjadi pengurangan debit air. Salah satunya, di Kecamatan Semaka.
Di lokasi ini, kata dia, petani enggan melakukan olah tanah, karena keterbatasan air. Padahal, untuk mempercepat program Gernas Tanam Padi ini, pihak KPTPH sudah mendistribusikan bantuan benih kepada para petani sebanyak 99,35 ton. Sedangkan jenis bibitnya, adalah varietas Ciherang dan Inpari 32.
Diketahui bahwa, Gernas Tanam Padi ini dilaksanakan untuk menjaga ketahanan pangan pada musim kering akibat El Nino. Taegetnya sih rampung pada Bulan Oktober 2023 ini. Meski sangat disayangkan, program tidak berjalan sesuai harapan.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto menyatakan, program ini akan dilangsungkan secara intensif untuk mencapai luasan 36 ribu hektare seluruh wilayah Lampung.
“Target realisasi tanam Gernas ini pada bulan September seluas 11.904 hektare. Sedangkan di bulan Oktober ditarget 4.274 hektare. Diharapkan Gernas rampung pada Oktober ini,” ujar dia.
Berkaitan dengan pengadaan benih, Bani menjelaskan, diperoleh dengan mengajukan bantuan benih kepada pemerintah ataupun secara swadaya. “Kami mencatat yang sudah mengajukan bantuan benih itu sekitar 15.328 hektare. Sisanya seluas 19.672 hektare secara swadaya,” ungkapnya.
Gernas Tanam Padi ini diharapkan mampu menyokong prognosa neraca pangan Lampung pada 2023 sebanyak 918.753,6 ton. DKPTPH Lampung memproyeksikan jumlah produksi gabah kering panen hasil produksi Gernas dan tanam reguler pada September hingga Desember 2023 mencapai 1.033.833 ton.(*)





