Pesawaran – Bencana menerjang! Hujan deras tiada henti sejak Sabtu pagis mengubah kawasan pesisir Kabupaten Pesawaran menjadi lautan air. Banjir mengamuk dengan ketinggian mencengangkan, mencapai 50 cm, menyapu permukiman warga di Desa Sukajaya Lempasing!
Dusun 2, 3, 5, dan 8 berubah menjadi kubangan air yang mengisolasi warga. Tidak hanya banjir, bencana susulan berupa longsor hebat menghadang di perbatasan Pesawaran–Bandar Lampung! Tebing di sekitar Hotel Mariot Mutun ambruk dan menutup jalan, sementara material batuan sepanjang 40 meter memblokir jalur provinsi menuju TPI Lempasing. Arus lalu lintas totally terputus!
Kepala BPBD Pesawaran, Drs. Sopyan Agani, M.H., membenarkan bencana ini. “Syukur, tidak ada korban jiwa yang jatuh. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan dan dipastikan sangat signifikan,” ungkapnya dengan wajah prihatin.
Pemkab Pesawaran langsung turun tangan! Di bawah komando Camat Teluk Pandan, Salpani, tim gabungan BPBD, polisi, dan instansi terkait bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak, mengurai kemacetan parah, dan membersihkan material longsor yang menghadang.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama! Kami tidak akan berhenti sampai semua titik banjir surut dan akses jalan kembali normal. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi, karena ancaman cuaca ekstrem masih mengintai!” tegas Salpani dengan penuh semangat.
BPBD Pesawaran mengeluarkan peringatan dini: Waspada! Cuaca ekstrem berpotensi terjadi lagi dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari wilayah rawan banjir dan longsor.
Tetap pantau perkembangan terbaru bencana ini hanya di sumber informasi resmi!(Maung).








