22 Desember, Truk Barang Dilarang Melintas Bakauheni-Terpeka

22 Desember, Truk Barang Dilarang Melintas Bakauheni-Terpeka
22 Desember, Truk Barang Dilarang Melintas Bakauheni-Terpeka. Foto Istimewa

Bandarlampung – Terhitung mulai 22 Desember hingga 24 Desember 2023 menjelang Natal (mudik), mobil truk angkutan barang di jalan tol maupun jalan non tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) dibatasi. 

Kebijakan sama, juga berlaku setelah Natal (Arus Balik 1) pada 26 Desember hingga 27 Desember 2023. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian PUPR tentang Pembatasan Angkutan Barang.

Bacaan Lainnya

Disebutkan dalam SKB tersebut, bahwa kendaraan angkutan barang yang diberlakukan pembatasan antara lain mobil barang dengan berat lebih dari 14.000 kg, mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih.

Baca Juga  Walikota Bandarlampung Himbau Masyarakat Jaga Ketertiban Malam Tahun Baru

Kemudian mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan.

“Pembatasan ini dilakukan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas selama libur Nataru mengingat jumlah volume kendaraan diprediksi akan bertambah, baik di jalan tol maupun non tol,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno, dalam keterangan resminya baru-baru ini. 

Khusus untuk kendaraan yang mengangkut BBM atau BBG, hantaran uang, hewan, pakan ternak, pupuk, dan barang pokok, masih diperbolehkan untuk melintas alias kebal dari sistem pembatasan ini. 

Baca Juga  Waspadai Jalur Rawan Kecelakaan di Lampung 

Tapi, kendaraan tersebut harus dilengkapi dengan surat muatan. Selain itu, ada juga beberapa ketentuan, yakni diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut, surat muatan yang berisi keterangan jenis barang, tujuan, dan nama serta alamat pemilik barang. Terakhir, ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri angkutan barang.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan RI, Hendro Sugiatno mengatakan, dengan adanya SKB ini maka perjalanan libur Nataru akan mengalami pengaturan, juga pembatasan demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan serta ketertiban bersama. 

“Ada beberapa waktu yang akan mengalami pengaturan di jalan raya maupun di lintas penyeberangan,” ujar Hendro.(*)

Pos terkait