Anaknya Dicabuli, Seorang Ibu di Pringsewu Tuntut Keadilan

Anaknya Dicabuli, Seorang Ibu di Pringsewu Tuntut Keadilan
Ilustrasi cabul. Foto istimewa

Pringsewu – Seorang ayah asal Pringsewu diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang tak lain anak kandungnya sendiri.

Menurut keterangan EK (33) ibu kandung dari korban Mawar (bukan nama sebenarnya) yang baru berusia 4 tahun, bahwa anaknya telah mengalami trauma akibat perilaku dari ayah kandungnya sendiri.

Dikatakan EK, anaknya mengalami kesakitan pada alat kemaluannya, bahkan sampai mengalami infeksi saluran kemih. Saat ditanya, Mawar mengaku telah dicubit oleh ayahnya sendiri di kemaluannya.

“Karena anak saya kesakitan pada kemaluannya, saat saya tanya ngakunya telah dicubit ayahnya, sembari memegangi kemaluannya,” beber EK, kepada media ini, Senin (10/7/2023).

Baca Juga  Polres Tulangbawang Barat Ringkus Bandar Sabu Asal Lamteng 

Dengan perlakuan tersebut EK mencoba mendatangi kantor pekon terdekat, namun tidak berbuah seperti yang diharapkan lantaran pihak pekon tidak memberikan respon positif.

“Sudah saya laporkan ke kantor pekon namun tidak ada upaya apa-apa,” keluhnya.

Tak hanya itu, EK juga berusaha melaporkan kasus ini ke Polsek Pringsewu Kota, namun ditolak oleh petugas unit PPA yang sedang piket dengan alasan kesusahan berkomunikasi langsung dengan korbannya, bahkan EK hanya diarahkan untuk melaporkan ke Polres Pringsewu.

“Sudah coba saya laporkan ke Polsek Pringsewu Kota, namun tidak diterima dengan alasan susah berkomunikasi dengan anak saya,” tandasnya.

Baca Juga  Kejari Way Kanan Ingin Jaksa Menjadi Mitra Membangun Kampung

Terpisah, saat dikonfirmasi salah satu perangkat pekon di Kecamatan Pringsewu yang sempat didatangi ibu korban mengakui bahwa memang yang bersangkutan EK telah mengadu ke kantor pekon.

“Awalnya melaporkan kesini soal rumah tangga meminta untuk bercerai, namun bisa kita mediasikan, datang kedua kalinya berbeda persoalan melaporkan perbuatan RM terhadap anaknya, kalau untuk persoalan ini bukan wewenang kami, juga kami tidak berani untuk memediasi persoalan ini,” pungkasnya.

Kemudian sampai berita ini diterbitkan pihak keluarga, serta RM terduga pelaku pelecehan belum bisa dihubungi.(Tim)

Pos terkait