ANBK di Pesawaran Jauh dari Mutu Pendidikan

Ilustrasi ANBK/Net

GEDONGTATAAN – Asesmen nasional berbasis komputer atau ANBK pada jenjang sekolah dasar di Kabupaten Pesawaran, tuai banyak pertanyaan dari wali murid.

Pasalnya, ANBK yang merupakan pembelajaran penilaian mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan di jenjang dasar dan menengah itu disebut tidak sesuai dengan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud.

Bacaan Lainnya

Dimana, program evaluasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Salah satu wali murid, Ahmat Kurnain, warga Way Lima, Pesawaran, yang anaknya masih duduk di sekolah dasar mengaku, bahwa anak bungsunya itu sudah tiga kali diajak gurunya belajar komputer secara beramai-ramai di SMPN wilayah Kota Dalam.

Baca Juga  Dekranasda Raih Stan Terbaik Pertama di Anjungan Kabupaten Pringsewu

“Ujian komputer itu cuma belajar cara hidup dan mematikan komputer. Apakah itu yang disebut meningkatkan mutu. Selain itu sistem belajar komputer ini juga harus sewa ke SMPN 16. Ini jauh dari mutu,” tegas dia, Senin (7/11/2022).

Saat dikonfirmasi, Waka Kesiswaan SMPN 16 Way Lima, Melda, mengaku, bahwa pada tahun sebelum adanya pandemi Covid-19, memang pernah anak-anak sekolah dasar yang ada di Way Lima mengunakan komputer di SMPN 16 Pesawaran.

“Ya pernah, sebelum pandemi,” singkat dia.

Namun, Waka Kurikulum SMPN 5 Way Lima, Rinta, menyampaikan hal berbeda. Dia menyangkal adanya pemakaian alat komputer di tahun ini.

“Untuk tahun ini kami tidak ada menyewakan atau disewakan ke anak-anak SD,” kata dia.

Baca Juga  Tak Hanya Prioritas Pembangunan, Pesawaran Akselerasi Ekspor Kopi dan Kakao

Dalam kesempatan yang sama, salah satu SDN yang ada di Kecamatan Way Lima, menyebut SDN ini mengadakan ANBK secara mandiri, dengan cara mengumpulkan laptop guru dan meminjam dari sekolahan lain dengan jumlah 11 laptop, yang digunakan oleh 21 siswa yang ikut ANBK.

“Kami pinjam, gimana ya, mau dibilang sewa tapi kami hanya memberi yang punya laptop seadanya,” ungkap kepala SDN di Kecamatan Way Lima.

Saat dikonfirmasi terkait anggaran pemberian tanda terima kasih terhadap pemilik laptop yang dipinjam, kepala sekolah ini sempat bingung, lantaran uang yang diberikan terhadap pemilik laptop, merupakan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah).

“Gimana ya, ya sudah sewa, itu laptop yang kami pakai untuk pelaksanaan ANBK,” ujar dia.(MDS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan