Bawaslu Lambar Gandeng Akademisi Unila Bahas Peran Kaum Milenial di Pemilu 2024

Bawaslu Kabupaten Lampung Barat gelar diskursus virtual via zoom meeting bersama salah satu akademisi asal Fakultas FISIP Universitas Lampung, Aziz Amriwan/Istimewa

LIWA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lampung Barat gelar diskursus virtual via zoom meeting bersama salah satu akademisi asal Fakultas FISIP Universitas Lampung, Aziz Amriwan. Hal itu terkait peranan kaum milenial pada pemilu 2024 mendatang, Kamis (10/11/2022).

Selain menghadirkan akademisi yang sebelumnya pernah tercatat sebagai ketua Panwaslu Kabupaten Pringsewu pada 2018 silam itu, kegiatan tersebut juga dipersembahkan bagi seluruh anggota Panwascam 2024 se-Lampung Barat yang dewasa ini baru terbentuk.

Bacaan Lainnya

Anggota Bawaslu Lambar, Kordiv PPHM, Iin Gusanto, mengamini hal tersebut. Menurutnya, kaum milenial merupakan salah satu potensi dan penggerak dalam suksesi Pemilu 2024 mendatang.

Pasalnya kata dia, dalam berbagai hal dan event kaum milenial konsisten hadir menghiasi ranah berbagai sektor, tidak kecuali dalam kepemiluan.

Baca Juga  Salah Kutip! Bukan SITI MAKRIFAH Tapi SITI AZIZAH yang Disebut Menitipkan Mahasiswa ke Karomani

Pihaknya berharap, melalui diskursus virtual itu, sebagai upaya meneguhkan kembali kaum milenial sebagai salahsatu garda terdepan dalam pengawasan, khususnya partisipasi masyarakat dapat optimal.

“Karena kaum milenial saat ini memiliki pandangan dan aksi tersendiri, sehingga lebih mudah diterima berbagai kalangan utamanya dalam pengawasan,” ujar Iin Gusanto mendampingi Ketua Bawaslu Lambar, Ishar.

“Apalagi mayoritas anggota Panwascam di Lampung Barat tergolong milenial sehingga hemat saya kegiatan hari ini relevan,” sambungnya.

Sementara, narasumber diskursus yang mengusung tema ‘Peran Milenial Dalam Pemilu 2024’ itu, menjabarkan banyak hal teoritis dan tekhnis ikhwal Pengawasan Kepemiluan yang pernah diampunya sebelum mengemban amanah sebagai ASN di Unila tersebut.

Ia mengungkapkan, selain dibutuhkan energi dan mental yang kuat, pengawasan Pemilu juga membutuhkan Inovasi yang kreatif. Sebab, mode konvensional semata tidaklah cukup.

Baca Juga  Aprilliati Serap Apirasi Masyarakat Bandar Lampung

“Hari ini inovasi menjadi salahsatu alternatif agar proses pengawasan Pemilu dan upaya memantik partisipasi masyarakat kian cepat, maka mari kita perbanyak Inovasi yang sifatnya kreatif,” terangnya.

Contoh Inovasi tersebut papar Aziz Amriwan, pernah dilakukannya pada event Pilkada Lampung 2018 silam di Kabupaten Pringsewu.

“Waktu itu kami pernah melaunching dan mencanangkan Anti Politik Uang, itu adalah bentuk Inovasi,” kenangnya.

Apalagi hematnya, saat ini instrumen Media Sosial dan digitalisasi kian berkembang, ia mengajak agar semua lapisan masyarakat khususnya seluruh Panwascam dapat mengoptimalkan konten-konten kreatif khususnya terkait Kepemiluan.

“Sasarannya tentu kaum milenial, yang secara dominan bersentuhan dan betah berlama-lama berseluncur di dunia maya, Panwascam harus memanfaatkan itu dan terjun didalamnya,” tukas Aziz Amriwan.(ERN/FAI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan