Bertambah, Lima Petugas Pemilu di Lampung Meninggal 

Bertambah, Lima Petugas Pemilu di Lampung Meninggal 
Bertambah, Lima Petugas Pemilu di Lampung Meninggal. Foto Istimewa

Bandarlampung – Jumlah petugas Pemilu 2024 di Lampung yang meninggal dunia bertambah.

Dari satu orang yang tercatat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama periode 14 hingga 18 Februari 2024 kemarin, Selasa (20/2/2024), bertambah lagi empat orang.

Bacaan Lainnya

Total petugas yang meninggal dunia sebanyak lima orang. Tersebar di beberapa daerah, di antaranya satu anggota PPK Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, dua anggota KPPS di Lampung Selatan, satu anggota KPPS Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, serta satu anggota Satlinmas di Kabupaten Mesuji.

Dari data KPU diperoleh informasi, jika anggota PPK Bukit Kemuning yang meninggal dunia tersebut atas nama Agus Waluyo, pada Sabtu (17/2/2024), akibat kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan dua anggota KPPS di Lampung Selatan yang meninggal dunia, atas nama Komang Putu Astawan. 

Dia tercatat sebagai anggota KPPS 03 Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Komang meninggal dunia diduga akibat tersetrum aliran listrik saat berada di sawah.

Anggota KPPS lain yang juga meninggal dunia, atas nama Hariyadi. Namanya tercatat sebagai petugas ketertiban TPS 13 Desa Negara Ratu, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Baca Juga  Tragedi Kanjuruhan : Fanatisme Versus Gas Air Mata

Diduga, meninggal dunia karena kelelahan.

Posko data KPU Lampung Selatan juga mencatat, ada sebanyak 40 petugas Pemilu 2024 mengalami sakit, mulai dari kelelahan, batuk, hingga DBD.

Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Lampung Selatan, Irsan Didi membenarkan kedua petugas Pemilu 2024 tersebut meninggal dunia.

Terkait 40 petugas Pemilu 2024 yang mengalami sakit, Irsan menjelaskan, beberapa petugas di antaranya sudah sembuh. 

“Sebelumnya, ada laporan sebanyak 76 orang sakit. Tapi, terkonfirmasi sebagian sudah pulih,” ungkap Irsan.

Menyangkut anggota KPPS Air Naningan Tanggamus serta anggota Satlinmas Mesuji yang juga meninggal dunia, informasi lain dari anggota KPU Lampung Divisi SDM dan Litbang, Ali Sidik menyebutkan keduanya sempat dirawat di rumah sakit sejak Rabu (14/2/2024).

Namun, mereka menghembuskan nafas terakhir pada Senin (19/2/2024) kemarin. 

Ali Sidik menduga, keduanya mengalami kelelahan usai bertugas pada hari pencoblosan.

Masing-masing atas nama Nizar Efendi, anggota KPPS TPS 06 Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus. Sedangkan seorang lainnya, atas nama Asnawi, anggota Satlinmas di TPS Desa Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji. 

Baca Juga  Watoni Noerdin Dengar Keluhan Petani Negeri Sakti Soal Kelangkaan Pupuk Subsidi

Total 88 Meninggal

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak 84 petugas Pemilu 2024 dikonfirmasi meninggal dunia. Satu di antaranya anggota PPK Bukit Kemuning, Lampung Utara. 

Sementara empat petugas Pemilu 2024 lain, belum terhimpun dalam data KPU maupun Bawaslu, lantaran data awal diterbitkan selama periode 14 hingga 18 Februari 2024.

“Dari KPU, angkanya 71 orang untuk tanggal 14-18 Februari, untuk Bawaslu ada tambahan 13 orang kurang lebih tanggalnya sama. Jadi total yang meninggal sampai sekarang ada 84 orang,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/2/2024).

Budi melaporkan, sebanyak 6,8 juta petugas Pemilu 2024 telah mengikuti kegiatan skrining kesehatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,4 juta petugas dinyatakan sehat. Sementara 400 ribu petugas lain tergolong berisiko tinggi.

“Risiko tingginya paling banyak hipertensi. Ini banyak sekali. Kedua jantung. Dua ini yang paling besar,” ujar Menkes.(Dbs)

Pos terkait