Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan bahwa anggaran pendidikan untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri tetap aman dan terjamin meski tantangan sumber pendanaan seperti Dana BOS, APBN, dan APBD kerap fluktuatif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyatakan bahwa proses penganggaran berjalan normal melalui dua skema dalam setahun.
“Saat ini, kami memastikan bahwa proses penganggaran pendidikan berjalan lancar. Kami melaksanakan penganggaran dua kali setahun yaitu APBD murni dan APBD perubahan,” ujarnya, Jumat (25/07/2025).
Thomas mengatakan, besaran anggaran sudah ditetapkan, namun belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu pengesahan resmi.
“Anggaran pendidikan sudah dikunci. Kami rencanakan untuk mempublikasikan detil angka tersebut setelah resmi disahkan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pencairan anggaran dilakukan tepat waktu melalui dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada Januari dan tahap kedua pada Juli hingga Agustus.
“Semua jadwal tersebut berlangsung sesuai rencana,” imbuhnya.
Mengenai alokasi dana per siswa, Thomas menjelaskan adanya perbedaan nominal antara sekolah unggulan dan reguler.
“Kami memiliki alokasi yang berbeda untuk sekolah unggulan, yaitu Rp600 ribu per siswa, sementara untuk sekolah reguler adalah Rp500 ribu per siswa,” terangnya. (MSR)





