Diguyur hujan semalaman, Selasa (16/1/2024) sore hingga Rabu (17/1/2024) dini hari, dua desa di Kabupaten Mesuji terendam banjir. Beberapa titik lokasi terjadi luapan air bah. Paling parah terjadi di Desa Harapan Jaya dan Desa Kaya Sakti.
Mesuji – Sebanyak 28 rumah di Desa Harapan Jaya dan Desa Kaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, terendam banjir.
Luapan air muncul sejak sekitar pukul 09.00 Wib, Rabu (17/1/2024), setelah sebelumnya hujan mendera wilayah itu sejak Selasa (16/1/2024) sore hingga dini hari.
Selain merendam permukiman penduduk, luapan air hujan juga menumbangkan tiang listrik, serta mengikis pondasi beberapa bangunan rumah hingga nyaris roboh.
Terlihat pula, luapan air memenuhi Bendungan Albaret di Desa Simpang Mesuji.
Mendasari data Polres Mesuji, banjir merendam 3 rumah di Desa Harapan Jaya, dan 25 rumah lain di Desa Jaya Sakti.
Para korban untuk sementara diungsikan ke kantor desa setempat.
Sebab, mereka tak bisa kembali pulang ke rumah masing-masing mengingat kedalaman air mencapai pinggang orang dewasa.
Warga mengaku, tidak bisa menyelamatkan barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah. Sebab, hingga menjelang pagi hujan tak kunjung berhenti.
Pada Rabu (17/1/2024) pagi, terlihat sejumlah personel Kepolisian dari Polres Mesuji, terjun ke lokasi.
Petugas membantu masyarakat terdampak banjir, dengan mengevakuasi para korban lansia ke kantor desa.
“Personel Sat Binmas Polres Mesuji, Sat Samapta Polres Mesuji dan Polsek Simpang Pematang dikerahkan untuk membantu masyarakat,” kata Kapolres Mesuji, AKBP Ade Hermanto melalui Kapolsek Simpang Pematang, Kompol Muphian Somad, Rabu (17/1/2024).
Beberapa rumah yang nyaris roboh diupayakan disanggah menggunakan kayu. Begitu pula tiang listrik yang tergerus luapan air.
“Banjir terjadi karena hujan deras sejak kemarin sore hingga dini hari,” jelasnya.
Beberapa lokasi yang terendam banjir, jelas Kompol Muphian Somad, antara lain di jalan poros Desa Simpang Pematang menuju Desa Budi Aji.
Terparah, berada di depan Sekolahan MTS serta sejumlah rumah warga.
Selanjutnya, limpahan air juga meliap di Bendungan Albaret, dan beberapa rumah warga yang ada di sekitarnya.
“Kita masih terus mendata jumlah korban, serta bangunan apa saja yang rusak,” ungkapnya.
Selain anggota Sat Samapta, ikut pula terjun ke lapangan untuk membantu warga, petugas PLN, Kepala Desa dan masyarakat lain bergotong royong membenahi apapun yang rusak akibat banjir.
Terlihat pula, petugas dari BPBD Kabupaten Mesuji serta Dinas Damkar,.
Terpisah, Camat Simpang Pematang Roly Aditiawan menyatakan, sekitar 25 rumah warga terdampak banjir.
“Dari beberapa wilayah di Kecamatan Simpang Pematang, banjir di Desa Jaya Sakti yang terparah,” ungkapnya.
Camat Roly menengarai, alihfungsi hutan register 45 menjadi kawasan perkebunan menjadi biang banjir ini, lantaran kawasan hutan sebagai daerah resapan sudah tak lagi berfungsi.
“Hulu sungai ada di Register 45. Jadi, sekarang ini fungsi hutan sudah tidak ada lagi. Akibatnya, jika hujan lebat luapan air dari Register 45 mengalir dan merendam desa di sekitarnya,” kata Camat.
Menurut hematnya, banjir di Desa Jaya Sakti dimulai sejak sekitar pukul 04.00 Wib. Selanjutnya, luapan air merambat hingga ke Desa Jaya Sakti.
“Tidak ada korban jiwa,” kata dia.(tim)





