Inflasi di Lampung Catat Rekor Tertinggi

BANDAR LAMPUNG – Inflasi di Lampung pada September 2022 sebesar 1,32 persen, menjadi rekor tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Akibatnya, hal itu ikut mendorong perambatan laju inflasi tahun kalender September 2022 sebesar 5,33 persen yang juga rekor tertinggi selama tiga tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

Diketahui, Badan Pusat Statistik mengumumkan laju inflasi nasional September 2022 sebesar sebesar 1,17 persen.

Dengan laju inflasi ini, maka tingkat inflasi tahunan (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 5,95 persen. Sementara inflasi tahun kalender atau sepanjang Januari–September 2022 sebesar 4,84 persen.

Baca Juga  2.954 Hektar Lahan di Lampung Terendam Banjir

Mengutip data BPS Lampung, inflasi September 2020 di provinsi ini tercatat minus 0,22 persen (deflasi) dan inflasi September 2021 sebesar 0,05 persen. Sementara tingkat inflasi tahun kalender September 2020 tercatat 1.00 persen dan September 2021 0,57 persen.

Rekor tertinggi inflasi bulanan dan tahun kalender September tersebut melambungkan tingkat inflasi tahun ke tahun September 2022 terhadap September 2021 sebesar 7,04 persen, jauh lebih tinggi bila dibandingkan inflasi tahun ke tahun September 2021 terhadap September 2020 sebesar 1,56 persen. Sedangkan September 2020 terhadap September 2019 sebesar 1,35 persen.

Perkembangan inflasi di Provinsi Lampung sepanjang 2022 secara umum fluktuatif di atas tingkat inflasi nasional.

Sebelumnya, daerah ini pernah menyentuh tingkat inflasi di atas 1 persen (1,20%) pada Juni 2022 yang dipicu oleh naiknya harga cabai dan bawang merah.

Baca Juga  Produsen Loncati HET, Harga Beras Melonjak di Pasar

Inflasi September 2022 sebesar 1,32 persen disokong kenaikan harga pada kelompok pengeluaran pakaian dan aalas kaki sebesar 0.19 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,10 persen, transportasi 0,96 persen, rekreasi, olahraga, budaya 0,03 persen, danpenyediaan makanan dan minuman/restoran 0,12 persen.

Inflasi di Lampung (Januari-Mei 2022) berturut-turut tercatat sebesar 0,40 persen, -38 persen, 0,92 persen, 0,86 persen dan Mei 0,59 persen.

Setelah sempat meninggi pada Juni 2022 sebesar 1,20 persen, pada Juli 2022 terkoreksi menurun menjadi 0,73 persen, bahkan terjadi deflasi pada Agustus sebesar 0,41 persen.(RED/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan