Jembatan Ambruk, Jalur Way Kanan-Tubaba Putus

Jembatan Ambruk, Jalur Way Kanan-Tubaba Putus
Jembatan Ambruk, Jalur Way Kanan-Tubaba Putus. Foto Istimewa

Jalur lintas antarkabupaten, Way Kanan dan Tulangbawang Barat terputus akibat jembatan penghubung pada jalan provinsi di Kecamatan Negara Batin patah, lalu ambruk ke dasar sungai.

Waykanan – Hingga Senin (18/12/2023) jembatan penghubung jalan provinsi pada ruas Kampung Sari Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, belum bisa dilalui kendaraan usai badan jembatan patah sejak Rabu (13/12/2023) pakan lalu.

Warga sekitar maupun pengguna kendaraan dari luar daerah yang hendak menuju ke Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), terpaksa mengalihkan arah ke jalan alternatif meski dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Jembatan ini akses provinsi (Pemprov Lampung), merupakan salah satu jalur utama di Kecamatan Negara Batin menuju Tulangbawang Barat,” kata Rodi, salah seorang warga Negara Batin, Senin (18/12/2023).

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Komunikasi, Pembangunan Tower BTS di Bangkunat Dimulai

Dia menceritakan perihal jembatan penghubung Jalan Provinsi yang patah tersebut, lantaran diliwati mobil truk pengangkut alat berat pada Rabu (13/12/2023) lalu. Badan jembatan seketika ambruk, terbelah menjadi dua bagian. “Sampai sekarang belum bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata warga tersebut.

Kepala Kampung Sari Jaya, Handeka Putra mengakui kerusakan jembatan terjadi karena truk bertonase besar. “Kejadiannya Rabu malam, sekitar pukul 09.00 Wib. Ini akses jalan antarkabupaten,” ungkapnya.

Mewakili warga Kampung Sari Jaya, Handeka berharap pemerintah daerah sesegera mungkin memperbaiki jembatan ini yang merupakan jalur utama penghubung antarkabupaten Way Kanan dengan Kabupaten Tulangbawang Barat.

Baca Juga  HSN 2022, Dewan Dakwah Lampung Gelar Kemah Al Quran

“Kita berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera memperbaiki,” pintanya.

Pantauan lapangan, kondisi jembatan terlihat rusak parah. Badan jembatan patah menjadi dua bagian, dimana satu bagian berada di sebelah kiri sungai dan bagian lainnya di sebelah kanan.

Arus air sungai cukup deras. Terbukti, hampir separuh badan jembatan yang patah terendam air. Sangan sulit untuk bisa dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor sekalipun. “Arus air besar. Kalau tidak cepat diperbaiki, air bisa saja terhalang sampah,” ucap salah seorang warga.(*)

Pos terkait