‘Kasak-Kusuk’ Parpol Merajut Koalisi

Dari delapan partai politik pemilik kursi parlemen, belum satu partai pun -terdengar kabar- telah membingkai koalisi Pilgub Lampung 2024. Sementara informasi yang ‘berseliweran’, justeru baru sebatas komunikasi bawah tanah.

BANDARLAMPUNG – Diam-diam, Ketua NasDem Lampung Herman HN mengadakan pertemuan berasama Ketua PAN Lampung, Irfan Nuranda Djafar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Senin (8/7) malam.

“Kami gak sengaja ketemu, sempit juga ternyata Jakarta. Jadi kami ngobrol-ngobrol aja sesama orang Lampung,” kata Irfan menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (9/7).

Meski begitu, Irfan mengaku bahwa dia bersama Herman HN dalam pertemuan tersebut membahas soal Pilgub Lampung, khususnya kemungkinan koalisi antara NasDem dan PAN. Nah, akankah terwujudkan koalisi ini setelah sebelumnya pertemuan politik juga dilaksanakan antara NasDem dengan PKS.

Banyak pihak menduga, Herman HN yang juga bakal calon Gubernur Lampung dari Partai NasDem tersebut, hendak membingkai koalisi NasDem, PKS, PAN. Koalisi ‘trisula’ ini dinilai akan sulit diwujudkan. Sebab, baik PKS maupun PAN sama-sama sudah ‘mengkapling’ nama bakal calon wakil gubernur yang akan diusung mereka.

Baca Juga  Sekjen FK Persaudaraan Lampung Perantauan Fasilitasi Mudik PERMALA Jakarta

Akan halnya dengan Partai Demokrat Lampung, PDIP, PKB dan juga Partai Golkar. Meski surat rekomendasi belum pula diterbitkan, namun sejumlah nama politisi sudah mengikuti penjaringan di partai politik tersebut. Bahkan, untuk posisi wakil gubernur Partai Demokrat Lampung sudah disiapkan.

Partai Gerindra. Pun, secara internal, parpol ini telah mendeklarasikan Rahmat Mirzani Djausal (RMD) sebagai Balon Gubernur Lampung. Golkar juga begitu, mengusung nama Arinal Djunaidi. Hanya saja, baik Gerindra maupun Golkar sama-sama belum miliki muitra politik.

Sementara informasinya, PKS sudah merapat ke DPD Golkar Lampung untuk Pilgub 2024. Begitu pula dengan Partai Gerindra. Komunikasi intens terbangun antara PKS dan Gerindra, disamping beberapa parpol lain yang juga mulai merapat ke Rahmat Mirzani Djausal (RMD). Seperti PKB dan PDIP.

Bercermin dari pertemuan Herman HN (NasDem) dan Irfan Nuranda Djafar (PAN), kecukupan kursi parlemen untuk memiliki satu tiket Pilgub Lampung 2024, adalah sasaran utama dari bangunan koalisi parpol.

Baca Juga  Condrowati Ingatkan Masyarakat Dampak Buruk Penggunaan Narkoba

Terlebih, Irfan -dalam pertemuan tersebut- sempat mengulas kecukupan kursi (18 kursi) sebagai syarat mendaftar di KPU. “Sesama politisi, kami tentu membahas politik. Nasdem dan PAN sudah cukup kursi, sehingga kita lagi tambang-tambang. Namun, bisa saja timbul calon baru,” ungkapnya.

Seperti pula disampaikan Ketua DPD Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD). Menurutnya, koalisi untuk Pilgub Lampung belum lagi final. Artinya, dari pernyataan RMD ini bisa disimpulkan, jika ada sejumlah parpol yang sudah menjalin komunikasi dengan Partai Gerindra namun dialog final tersrebut masih dibutuhkan keputusan pusat (DPP).

Menurut Mirza, DPP Gerindra masih melakukan hitung-hitungan politik untuk menentukan siapa yang akan menjadi bakal calon wakil gubernur, yang akan mendampinginya nanti serta koalisi apa yang akan dibangun kedepannya. “Saya juga lagi nunggu, komunikasi aktif sudah dilakukan, koalisi juga kita harapkan segera terbentuk, mudah-mudahan secepatnya,” ungkap Mirza. (tim)

Pos terkait