Home / Daerah / Pringsewu

Sabtu, 21 Januari 2023 - 23:34 WIB

Kebelet Ngolah Dana Desa, Ketua Apdesi Pringsewu Bawa-bawa Nama Kasat Reskrim

Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu Abidin Ayub/NET

Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu Abidin Ayub/NET

PRINGSEWU – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Pringsewu Abidin Ayub, diduga mengintimidasi para kepala pekon yang tidak mau menganggarkan program perpustakaan digital senilai Rp30 juta.

Selain intimidasi, profesi jurnalis pun ikut direndahkan oleh Abidin Ayub. Hal itu ia utarakan dalam rekaman voice note di grup WhatsApp Apdesi, pada Jumat (20/1/2023).

Dalam rekaman itu, Abidin menyebut nama Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata, sebagai beking (pelindung), Inspektorat, hingga Dinas PMD, untuk memastikan agar kepala pekon tidak takut terhadap wartawan.

“Jangan bingung jadi kepala pekon, jangan penakut. Jelas-jelas kita ini ada orang di belakang. Kasatreskrim itu orang kita, Inspektorat juga sudah nyuruh menganggarkan ini (anggaran perpustakaan digital),” kata Abidin dalam percakapan di grup WhatsApp Apdesi, Jumat (20/1/2023).

Baca Juga  Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bandar Lampung Masih Tinggi

“Jangan takut dengan wartawan yang cuma seujung kuku itu, terkecuali gak ada yang di belakang kita” sambungnya.

Dalam percakapan itu, Abidin juga menantang wartawan untuk lapor ke Kasat Reskrim untuk memastikan program perpustakaan digital sudah sesuai.

“Bila perlu kita perang ramai-ramai, mati sudah, jangan setengah-setengah, ngapain takut. Kita ini ngolah dana desa kok takut, mana dapat duit, melarat kita ujung-ujungnya,” kata dia.

Menanggapi hal itu, salah satu kepala pekon di Kecamatan Pringsewu berinisial HN, membenarkan adanya percakapan ketua Adepsi dalam voice note yang beredar dikalangan kepala pekon terkait pengadaan perustakan digital yang diduga menjadi polemik.

Baca Juga  Pemkot Metro Belajar Kelola Sampah Hingga ke Jawa Tengah

“Itu urusan ketua Apdesi, bagi kami yang mampu untuk menganggarkan untuk program itu (perpustakan digital) ya silahkan, bagi yang tidak menganggarkan ya jangan dipaksakan, sesuai kebutuhan masing-masing. Kalau mau dilaporkan seperti percakapan di voice note milik ketua Apdesi kabupaten, ya monggo saja,” kata dia, Sabtu (21/1/2023).

Hal serupa juga diutarakan kepala pekon di Kecamatan Gading.

“Ya memang pernah mas masuk wilayah gading untuk menawarkan, cuma saya tidak ikut progam tersebut, pertama dikarenakan anggarannya tidak ada dan juga menurut saya tidak begitu penting,” ungkapnya.(TIM)

Share :

Baca Juga

Daerah

Arus Kendaraan dan Kondisi Laut Selat Sunda Terpantau Normal

Daerah

Usai Konfercab, Imam Syafi’i Resmi Nahkodai PCNU Lambar

Daerah

Penurunan Stunting Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Daerah

Ada Destinasi Wisata Baru di Way Kanan, Namanya Taman Lawang Agung

Daerah

Pasca Bom Bandung, Polda Lampung Perketat Pengamanan

Daerah

Bupati Dawam Pimpin Apel Pengamanan Tahun Baru 2023 di Mapolres Lamtim

Daerah

Riana Sari Arinal Dikukuhkan Sebagai Bunda Sadar Lalulintas Usia Dini Provinsi Lampung Masa Bakti 2022 – 2027

Daerah

Bandar Lampung Kembangkan Kampung Hijau Terintegrasi