Kejati Terima Berkas Perkara Kasus Mafia Tanah di Desa Malang Sari

Polda Lampung menyerahkan berkas tahap I perkara dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen sertifikat hak milik (SHM) tanah seluas 10 hektare di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, kepada kepada Kejaksaan Tinggi Lampung/Dok Polda Lampung

BANDAR LAMPUNG – Dit Reskrimum Polda Lampung menyerahkan berkas tahap I perkara dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen sertifikat hak milik (SHM) tanah seluas 10 hektare di Desa Malang Sari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, kepada kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Kamis (6/10/2022).

“Berkas tahap I telah diserahkan guna dilakukan penelitian,” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus, melalui Kabid Humas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Bacaan Lainnya

Dia melanjutkan penyerahan berkas tersebut dilakukan oleh Kasubdit II Dit Reskrimum Polda Lampung didampingi beberapa penyidik.

“Berkas perkara yang diserahkan sebanyak lima berkas perkara masing-masing tersangka SJO, SYT, SHN, RA, dan FBM,” jelasnya.

“Kita masih menunggu informasi selanjutnya dari jaksa untuk perkembangan kasus dalam waktu 14 hari ke depan guna dilakukan penelitian atas kelengkapan berkas perkara para tersangka,” sambungnya lagi.

Baca Juga  Resahkan Warga, Aksi Jambret HP di Rumah Makan Putra Menang Terekam CCTV

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Lampung menangkap lima orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen sertfikat hak milik (SHM) pada tanah seluas 10 hektare di Desa Malang Sari.

Kelima orang tersangka yang ditangkap tersebut merupakan seorang pensiunan Polri berinisial SJO (80), Kades Gunung Agung Lampung Timur berinisial SYT (68), Kepala Satpol PP Lampung Timur berinisial SHN (58), seorang notaris dan PPAT berinsial RA (49), serta juru ukur pada Kantor BPN Kabupaten Pesisir Barat berinisial FBM (44).

Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Juni 2020 lalu. Saat itu, tersangka SJO yang merupakan pensiunan Polri menjualkan obyek tanah seluas 10 hektare yang berada di Desa Malang Sari, Kabupaten Lampung Selatan dengan menggunakan dokumen pendukung kepemilikan yang diduga palsu.

Baca Juga  Masih Gelap! Siapa Penembak Bagus Sri Rama?

Dokumen tersebut, lanjut dia, dibuatkan oleh tersangka SYT selaku Kades Gunung Agung, Lampung Timur dan dikuatkan oleh tersangka SHN atas permintaan SJO terkait letak wilayah administrasi obyek tanah miliknya yang semula berada di Desa Gunung Agung, Lampung Timur beralih menjadi berada di Desa Malang Sari, Lampung Selatan.

Dalam penangkapan tindak pidana pemalsuan dokumen tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa SHM NO.00021 Tahun 2020, Warkah SHM NO.00021 tahun 2020, SHM NO.00022 tahun 2020, Warkah SHM NO.00022 tahun 2020, SHM NO.00023 tahun 2020, warkah SHM NO.00023 tahun 2020, SHM NO.00024 tahun 2020, warkah SHM NO.00024 tahun 2020, SHM NO.00025 tahun 2020, warkah SHM NO.00025 tahun 2020, SHM NO.00026 tahun 2020, warkah SHM NO.00026 tahun 2020, dan kwitansi pembayaran pembelian tanah sebesar Rp900 juta.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan