Kenaikan Harga Minyak Curah dan Kemasan Berdampak pada Pelaku Usaha Kuliner

Bandar Lampung — Kenaikan harga minyak curah yang signifikan dalam dua pekan terakhir mulai dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha di bidang kuliner.

Seorang Pedagang Minyak Curah, Rin mengatakan harga minyak curah saat ini mencapai Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya yang berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per liter, ia menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) dari produsen.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Sertifikasi Halal Tahap Tiga Kemenag Bandar Lampung Capai 1.052 UMKM

“Kemungkinan akan bergerak lagi, karena dari produsen harga CPO juga mengalami kenaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi di lapak dagangnya, pasar tugu pada Selasa(01/10/2024)

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha kuliner yang tergantung pada minyak untuk operasional sehari-hari. Banyak dari mereka mulai mencari alternatif minyak yang lebih terjangkau, seperti minyak curah.

“Mereka berusaha membeli minyak yang harganya lebih murah, termasuk minyak curah kami,” tambah Rin.

Sementara itu, harga minyak kemasan seperti Sanco kini telah mencapai Rp 20.000 per liter. Harga ini cukup tinggi dan berpotensi membebani konsumen. Stok minyak di agen dan pasar masih terjamin, meskipun terdapat variasi harga di antara agen untuk produk tertentu. Contohnya, minyak tawon memiliki harga yang beragam, mulai dari Rp 180.000 hingga Rp 186.000 per dus.

Baca Juga  Buntut Penganiayaan, Pedagang Martabak Laporkan ASN Dinkes ke Polisi

“Sebagai pedagang, kami harus jeli dalam menetapkan harga agar konsumen tidak terlalu terbebani,” ungkap Ibu Rin.

Dengan kondisi harga yang fluktuatif ini, diharapkan pemerintah dapat melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah kenaikan harga minyak yang terus berlanjut, agar tidak berdampak buruk pada perekonomian masyarakat dan pelaku usaha kecil. (sinta)

Pos terkait