Kesaksian Absurd Dekan FT Helmy Fitriawan, Mengaku Takut Tapi Uang Dibawa Pulang

kiri-Ary Meizari Alfian, Helmy Fitriawan dan mantan Rektor Unila Prof. karomani (masker) saat menjadi saksi di sidang Andi Desfiandi/Net

BANDAR LAMPUNG – Kesaksian Dekan Fakultas Teknik (FT) Unila, Helmy Fitriawan, absurd, mirip panggung komika yang mengundang tawa.

Hal itu dipertontonkan di ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjungkarang dengan terdakwa Andi Desfiandi, Rabu (30/11/2022).

Bacaan Lainnya

Di sidang, Helmy mengaku disodorkan “uang perjuangan” Rp330 juta oleh Ketua Senat Unila Muhammad Basri. Tapi ia mengaku takut, lalu menyembunyikannya uang itu di loteng rumahnya selama 40 hari sampai ditemukan KPK RI.

Baca Juga  Barang Elektronik Tersambar Petir: Warga Salahkan Telkomsel

Takut, tapi simpan di loteng, inilah keterangan absurd yang pernah diceritakan di pengadilan.

Helmy Fitriawan mengaku menerima Rp330 juta dari Ketua Senat Unila Muhammad Basri setelah proses SBMPT di ruangannya awal Juli 2022.

Diksi ‘Uang Perjuangan’ itu diproklamirkan oleh M. Basri yang sudah menjadi tersangka duluan. Ia adalah pemberi, Helmy penerima tapi takut dan menyimpan uang yang diterimanya di loteng.

Baca Juga  Terungkap, Karomani Luluskan Calon Maba Tanpa Proses Seleksi

Absurd kedua adalah Helmy takut jadi fitnah, tapi ia membawa uang pulang dan menyembunyikannya di loteng. Dekan FT Unila ini sepertinya suka main sumput-sumputan di loteng.

Absurd ketiga, Helmy mengaku tidak tahu uang itu apa dan jumlahnya berapa. Tapi dia membawa pulang dan menyimpannya di loteng.(*/IWA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan