Kualitas Udara Bandarlampung Ke-4 Paling Berpolusi

Kualitas Udara Bandarlampung Ke-4 Paling Berpolusi
Kota Bandarlampung. Foto Istimewa

Bandarlampung – Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), adalah virus, bakteri, atau jamur. Sementara virus, bakteri, atau jamur itu muncul sebagai dampak buruk dari penurunan kualitas udara.

Terutama, masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan, berisiko lebih tinggi terkena ISPA lantaran paparan polusi udara. Nah, di Bandarlampung ada dua kecamatan yang paling banyak kasus ISPA. Yakni, Kecamatan Panjang dan Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Lantas, pertanyaan pun muncul. Akankah di dua kecamatan itu terjadi penurunan kualitas udara, sebagai akibat dari polutan (zat-zat) tertentu yang bercampur dengan udara?

Kepala Dinas Kesehatan (Kadibkes) Pemkot Bandarlampung, Desti Mega Putri membenarkan kedua daerah itu terbanyak kasus ISPA dibandingkan kecanatan lain yang ada di Bandarlampung.

“ISPA di Bandarlampung paling banyak di Kecamatan Panjang dan Sukabumi,” kata Desti Mega Putri, Minggu (26/11/2023).

Baca Juga  Tower 'Sombong' di Sukabumi Bikin Warga Sakit Hati

Hingga November 2023 (Januari-November), dijelaskannya, di Kota Bandarlampung ada sebanyak 1.202 kasus ISPA. Namun, Kaginkes tidak menjelaskan lebih lanjut seberapa banyak kasus yang terjadi di Panjang maupun Sukabumi.

Jumlah tersebut, kata dia, menurun dibandingkan kasus serupa yang terjadi pada tahun 2022, yakni sebanyak 1.984 kasus. ISPA, menurut Kadinles, terbanyak menyerang balita. “Mayoritas memang masih balita,” ucapnya.

Dijelaskan, ISPA merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan akut, yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas. “Termasuk jaringan sinus atau rongga disekitar hidung, rongga telinga tengah dan pleura,” jelas dia.

Sedangkan gejala awal ISPA, mulai dari batuk berdahak hingga batuk kering. Kemudian, diikuti dengan hidung tersumbat lendir dan terjadinya pembengkakkan, sakit tenggorokan, demam, hingga sesak napas.

Kualitas Udara

Data AQI menyebutkan, dari 34 daerah yang ada di Indonesia, Bandarlampung menempati urutan keempat kota paling berpolusi di Indonesia, setelah Jakarta, Semarang, dan Batam. AQI-US Bandarlampung berada di angka 80 (data 26 November 2023, pukul 06.6 PM).

Baca Juga  Pabrik Kerupuk di Segala Mider Ludes Terbakar

AQI menyebutkan, konsentrasi PM2.5 saat ini di Bandarlampung adalah 1.7 times above, batas yang direkomendasikan yang diberikan oleh nilai pedoman kualitas udara 24 jam WHO.

Pantauan lapangan, Kecamatan Panjang menjadi salah satu kawasan yang banyak terdapat pabrik. Seperti pabrik Sinar Mas dan PLTU yang notabene hampir setiap hari memproduksi asap hasil pembakaran.

Tak hanya itu, di kecamatan tetangganya pun (Bumiwaras), terdapat stockpile batubara yang beberapa waktu lalu sempat dihebohkan warga lantaran rumah mereka terkontaminasi debu pekat berwarna hitam. Belum lagi stockpile batubara milik PT Bukit Asam (BA) yang sudah sejak belasan tahun berdiri do wilayah tersebut.(*)

Pos terkait