Mafia Beras ‘Bermain’ di Panen Raya Padi Tulangbawang?

Mafia Beras 'Bermain' di Panen Raya Padi Tulangbawang?
Mafia Beras 'Bermain' di Panen Raya Padi Tulangbawang? Foto Istimewa

Bandarlampung – Produksi padi Lampung pada panen di akhir Februari 2024 hingga awal Maret 2024 kemarin, mencapai 800 ribu ton dalam bentuk gabah kering panen (GKP). Informasinya, Bulog Lampung siap menampung semua gabah yang dijual oleh para petani.

Benarkah begitu? Di Kabupaten Tulangbawang, harga gabah di tingkat petani justeru merosot tajam. Padahal, di sebagian wilayah saat ini sedang memasuki musim panen raya.

Bacaan Lainnya

Inilah yang membuat para petai di Tulangbawang menjerit. Sebab, kata mereka, harga gabah tidak sesuai dengan biaya produksi yang mesti mereka keluarkan. “Tidak sebanding dengan keuntungan yang kami dapat,” kata Hendri, petani Desa Duta Yoso Mulyo, Kecamatan Rawa Pitu, Selasa (23/4/2024).

Baca Juga  Kemendagri: Kinerja Pemprov Lampung Belum Memuaskan

Harga gabah di tingkat petani mulai turun, ujar dia, terjadi sejak dua pekan terakhir ini. Jika semula harga gabah Rp6.300 per kilogram, sekarang harga jual gabah ditingkat petani hanya Rp4.700 per kilogramnya.

“Jelas kami -para petani- merasa kecewa. Sekarang ini sudah memasuki musim panen. Tapi harga turun,” keluhnya.

Warga lain menduga, ada mafia beras yang telah ‘mengacaukan’ harga gabah hingga anjlok seperti ini. Sebab, penurunan harga tersebut cukup tajam hingga mencapai Rp2.000 per kilogramnya.

“Harga pupuk (bersubsidi) saja yang ditawarkan kepada kami (petani) sudah tinggi. Belum lagi biaya perawatan tanaman yang harus kami keluarkan,” ungkapnya.

Dibeli Bulog

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Lampung mengumumkan bila daerah ini akan memulai panen raya padi pada akhir Februari hingga April 2024.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi memperkirakan hasil panen akan mencapai 800 ribu ton gabah kering panen (GKP) dari luas lahan 140 ribu hektare yang tersebar di 15 kabupaten kota.

Baca Juga  Air Lindi TPA Bakung Banjiri Pemukiman Warga

Arinal juga menegaskan, seluruh hasil panen nantinya akan dibeli secara langsung oleh pemerintah melalui Perum Bulog. “Kalau sudah panen di beberapa daerah ini, nanti hasil panen akan dibeli oleh Bulog dan pedagang sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Penyerapan gabah melalui Bulog, dilakukan untuk mengamankan ketersediaan pasokan beras di Tanah Air pada beberapa bulan mendatang. Arinal pun meminta Dinas Pertanian di lingkup pemerintahannya selalu sigap, terutama dalam memberikan informasi panen raya agar terjadi penyerapan yang sangat maksimal.

Gubernur juga berharap, Bulog lebih peka, sigap, cepat menyerap gabah petani. “Sehingga, tidak ada oknum yang mempermainkan ini untuk kepentingan pribadi mereka sehingga merugikan petani,” ucapnya.(*)

Pos terkait