Mahasiswa Itera Ciptakan Terobosan Baru

BANDARLAMPUNG – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang mengikuti lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) berhasil menciptakan alat terapi kognitif berbasis game Pump It-Up untuk meningkatkan intelektual siswa tunarungu.

Ini merupakan terobosan baru alat terapi di negeri ini, dimana uji coba alat tersebut dilaksanakan di SLBN PKK Provinsi Lampung, belum lama ini. Dalam kegiatan tersebut, pihak Itera melakukannya untuk meningkatkan kemampuan siswa SLB tunarungu, guna mengembangkan kemampuan dalam belajar berhitung dan membaca.

Tim PKM-PM Itera yang melaksanakan kegiatan tersebut berasal dari Program Studi Teknik Biomedis dengan ketua Siti Khadijah Indra, dan anggota Aurelia Gratia Pakpahan, Putri Nabila Nauli Maharani, Soli Deo, dan Machzaul Harmansyah.

Baca Juga  Pesan Danrem 043/Gatam Kepada Orang Tua didik, Terus Tanamkan Semangat Belajar Dalam Mengejar Cita-Cita

Ketua tim PKM-PM SWIPE-UP, Siti Khadijah Indra menyampaikan untuk meningkatkan semangat dan kualitas pendidikan yang inovatif.

Tim PKM-PM Itera menciptakan sebuah inovasi melalui karya SWIPE-UP (Study With Pump It-Up) sebagai terapi kognitif berbasis aplikasi untuk meningkatkan intelektual siswa tunarungu SLBN PKK Lampung.

Alat terapi kognitif berbasis permainan Pump It-Up memiliki desain visualisasi yang menarik dan soal berhitung serta pengenalan alfabet menantang pada setiap level permainan dengan berbasis game.

Baca Juga  Disebut Jahiliah dan Tidak Transparan, Rektor UIN RIL Bela PMA Nomor 68

Hasil Evaluasi program tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan sebagai perkembangan kognitif pada anak disabilitas tunarungu.

“Alat terapi kognitif berbasis game Pump It-Up mampu meningkatkan dan memaksimalkan respon kognitif siswa, setelah berlatih. Yakni dengan tingkatan level soal yang telah dirangkum oleh tim PKM-PM. Sehingga mereka akan semakin semangat dalam proses pembelajaran di dalam kelas,” ujar Siti, Selasa (9/7/2024).

Lebih lanjut, Siti menyebut, timnya berhasil mengembangkan aplikasi dan alat terapi kognitif SWIPE-UP tersebut, kurang lebih dalam kurun waktu 2,5 bulan atau selama kurang lebih 75 hari. (rls)

Pos terkait