Mahasiswa UIN RIL Tolak PBAK Hybrid, Jadi Ajang Komersialisasi Pendidikan

Mahasiswa UIN RIL Tolak PBAK Hybrid, Jadi Ajang Komersialisasi Pendidikan
Mahasiswa UIN RIL Tolak PBAK Hybrid, Jadi Ajang Komersialisasi Pendidikan. Foto Istimewa

Bandarlampung – Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) yang akan digelar secara hybrid oleh pihak rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dinilai adanya indikasi pemotongan anggaran PBAK.

Menolak PBAK dilakukan secara Hybrid, Ratusan Mahasiswa termasuk Mahasiswa Baru (Maba) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung gelar aksi tolak PBAK hybrid.

Bacaan Lainnya

Kordinator Aksi, Moh. Rizky Dwi Saputra mengatakan PBAK yang akan digelar secara hybrid ini terindikasi adanya pemotongan anggaran, Menurutnya anggaran PBAK secara hybrid ini akan di minimalisir dan kuat adanya komersialisasi pendidikan.

Baca Juga  Wakili Gubernur Lampung, Sekdaprov Buka Acara Focus Group Discussion (FGD) Penyelesaian Penanggulangan Ceceran Minyak Bumi di Lampung

“Kami menduga adanya indikasi komersialisasi pendidikan, soal PBAK kampus ini ada anggaran tersendiri, jika dilakukan secara hybrid, artinya ada peminimalisiran anggaran, itu juga kami perlu transparansi anggaran PBAK dari pihak kampus,” ujar Rizky.

Moh. Rizky menambahkan, didalam surat edaran terbaru dari pihak rektorat, tidak diwajibkan untuk dilakukan PBAK secara Hybrid.

“Dalam surat edaran rektorat itu tidak diwajibkan untuk PBAK hybrid, namun mengapa pihak kampus masih saja kekeh akan melakukan PBAK secara hybrid, sedangkan pandemi covid saja sudah tidak ada lagi. Inilah yang menjadi kecurigaan kami dan kami meminta transparansi anggaran PBAK UIN RIL tahun 2023,” tegas Rizky.

Baca Juga  Puncak BIK 2022, Gubernur Arinal Dorong Keterbukaan dan Kemudahan Akses Keuangan

Masa aksi meminta agar pihak rektorat bisa memberikan penjelasan soal kenapa PBAK kali ini akan dilakukan secara hybrid serta meminta transparansi anggaran PBAK tahun 2023.

Sayangnya, pihak rektorat tidak menanggapi aspirasi para mahasiswa tersebut, hingga aksi selesai, para mahasiswa mengaku kecewa lantaran aspirasi mereka tidak mendapat respon dari pihak rektorat UIN Raden Intan Lampung.(Alb)

Pos terkait