Panaragan – Masyarakat Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, menggelar protes terhadap proses perdamaian antara oknum warga PSHT terduga pelaku penganiayaan dan korban anak di bawah umur.
Protes tersebut dipicu oleh kekurangan efektivitas proses perdamaian yang dianggap tidak memadai.
Menurut Kepala Tiyuh Panaragan, Edyson, aksi protes masyarakat terjadi karena surat perdamaian hanya mencantumkan satu pelaku, sementara dalam kejadian sebenarnya terdapat banyak pelaku.
“Masyarakat meminta agar semuanya dihadirkan,” ungkap Edyson, kemarin.
Pemerintah Tiyuh Panaragan telah merespons protes ini dengan mengundang semua pihak terlibat, termasuk terduga pelaku dan korban.
Namun, undangan tersebut tidak dihadiri oleh keduanya.
“Kita sudah mengundang semua para terduga pelaku pengeroyokan dan korban, lalu Babinsa serta Bhabinkamtibmas. Namun kedua belah pihak tidak menghadiri undangan tersebut,” ungkapnya.
Upaya mediasi pada hari itu juga gagal karena kegagalan mengumpulkan kedua belah pihak dan tokoh masyarakat.
Pemerintah Tiyuh Panaragan berencana mengirimkan kembali surat undangan pada hari berikutnya, pada hari ini Kamis, 7 Desember 2023.
Edyson berharap agar mediasi dapat berjalan lancar untuk menghindari perpanjangan masalah yang sudah menjadi viral di masyarakat.
Masyarakat dan tokoh yang menghadiri undangan pada Selasa kemarin termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, berharap agar proses hukum di Polres Tulangbawang Barat tidak dicabut sebelum tercapai titik terang melalui upaya mediasi Tiyuh Panaragan.
Undangan yang dilayangkan pada Selasa (5/12/2023) mencakup seluruh terduga pelaku dan korban, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, LSM, dan media.
Agenda undangan mencakup kejadian pengeroyokan, kegagalan pertemuan mediasi sebelumnya, serta arahan dan masukan dari tokoh masyarakat dan pemuda.
Pada Selasa pukul 11.00 WIB, diharapkan semua pihak hadir untuk mediasi ulang terkait pengeroyokan warga Tiyuh Panaragan oleh pelaku warga PSHT yang sebelumnya tidak hadir dalam pertemuan mediasi.
Jika tidak hadir kembali pada hari Kamis, pemerintah Tiyuh Panaragan akan meninjau situasi dan mengambil langkah selanjutnya sesuai dengan keinginan masyarakat.(*/Esn)





