Kalianda – Setelah menelan korban satu warga meninggal dunia akibat tenggelam, bencana banjir dan tanah longsor di tepi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM-66 ruas Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, mulai ‘diopeni’.
Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan berencana memperbaiki tanggul air rusak (mampet) akibat banjir di ruas Desa Belambangan dan Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, tersebut.
Pantauan lapangan, Minggu (4/2/2024), tampak tumpukan batu pondasi dan pasir sudah ada di pinggiran tanggul.
Diperkirakan, dalam minggu ini juga saluran utama air hujan tersebut mulai diperbaiki.
Diketahui, Rabu (31/1/2024) kemarin, sejumlah rumah warga Desa Blambangan dan Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, terendam banjir.
Limpahan air hujan juga merendam Pondok Pesantren (Ponpes) Ushuluddin.
Luapan air terjadi lantaran arus hujan rak bisa masuk tanggul, akibat saluran air masuk tersumbat limbah pepohonan.
Menurut warga sekitar, penyumbatan terjadi sudah cukup lama. Yakni, sekitar beberapa bulan yang lalu.
Namun, selama ini warga sekitar tak bisa mengatasinya. Bahkan, kata mereka, alat berat seperti excavator pun kesulitan menggerus penyumbat tanggal tersebut karena terhalang pepohonan yang tumbuh lebat disekitarnya.
Tidak Tahu
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan, tidak mengetahui peristiwa bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Jalinsum KM-66 Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan.
“Tidak ada laporan, baik dari desa maupun pihak kecamatan. Nah, yang seperti ini harusnya ada laporan ke BPBD Lampung Selatan. Jadi, ada tindak lanjutnya. Tapi, kalau nggak ada, bagaimana mau ditindaklanjuti,” Lukman Hakim, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD lampung Selatan.
Lukman Hakim memastikan, jika laporan kejadian itu masuk dan diterima BPBD, maka pihaknya akan langsung menindaklanjuti.
“Ini kelemahannya, karena tidak ada laporan dari pihak desa dan kecamatan,” ungkap dia.
Diketahui, bahwa salah seorang warga Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, meninggal dunia akibat terseret air bah dari gorong-gorong di bawah Jalinsum KM-66. Korban tersebut adalah seorang wanita.
Dia tak kuasa menahan derasnya arus air, hingga membiarkan tubuhnya terseret hingga akhirnya meninggal dunia.
Informasi lain yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pesawaran, menyatakan bahwa, wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan sebagian kecil wilayah Lampung Timur, masuk puncak musim hujan pada Februari 2024.
Berdasarkan Buletin Cuaca yang dirilis, wilayah yang telah masuk puncak musim hujan di Lampung Selatan yakni Penengahan, Kalianda, Palas, Sidomulyo, Katibung, dan Tanjung Bintang bagian selatan).(*)





