Kalianda – Berkaca dari bencana alam angin puting beliung di Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, beberapa gari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan mengingatkan ancaman bencana hidrometeorologi yang setiap waktu bisa saja terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Aris Wandi mengingatkan warga Lampung Selatan, khususnya yang bermukim di tujuh wilayah kecamatan -Rajabasa, Kalianda, Katibung, Sidomulyo, Candipuro, Natar dan Seragi- agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi tersebut.
Sebab, kata Aris, puncak musim hujan di kabupaten ini diprediksi terjadi pada Februari hingga Maret 2024. “Di tujuh kecamatan ini yang berpotensi rawan bencana,” kata Aris, Senin (8/1/2024).
Aris mencontohkan peristiwa bencana alam angin puting beliung di Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, hingga mengakibatkan 10 rumah warga rusak ringan.
“Kepada masyarakat Lampung Selatan, saya berharap agar menggalakkan gotong royong kebersihan lingkungan, terutama irigasi agar tidak mampet dan ketika curah hujan tinggi, tidak ada penyumbatan air yang mengakibatkan banjir,” imbuh Aris.
Prakiraan BMKG, kata dia, cuaca di daerah ini belum menentu. Berdasaekan prakiraan cuaca, masih akan sering terjadi hujan deras disertai angin kencang.
“Karena itu, kami juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi, seperti sosialisasi kepada masyarakat,” kata dia.
BPBD juga menyiagakan 25 personel yang bertugas nonstop selama 24 jam. “BPBD sudah menyiapkan langkah-langkah penanganan bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung,” jelasnya.
Way Kanan
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca, Selasa (9/1/2024) hari ini, berbasis dampak hujan lebat dengan kategori Siaga dan Waspada bencana di Provinsi Lampung.
“Siaga dan Waspada terhadap bencana hidrometeorologi dampak dari potensi hujan lebat,” tulis BMKG dalam akun Instagramnya, Senin (8/1/2024).
Khusus untuk wilayah Lampung, Kabupaten Way Kanan berpotensi terjadi hujan deras disertai angin kencang. “Prakiraan cuaca besok (hari ini) hujan lebat dengan kategori waspada bencana, berlaku mulai Selasa (9/1/2024) pukul 07.00 Wib hingga Rabu (10/1/2024) pukul 07.00,” tulis BMKG.(*)





