Pilgub 2024, PDIP ‘Maju Kena, Mundur Kena’

Ibarat maju kena, mundur pun kena. PDIP Lampung diminta realistis mengahadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2024. Sebab, jikapun ‘dipaksakan’ parpol berlambang kepala banteng moncong putih ini tidak akan menang.

BANDARLAMPUNG – Statement Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto agar PDIP Lampung membangun koalisi bersama Partai Gerindra untuk mengusung satu pasangan calon di Pilgub Lampung 2024, hanya ‘jalaran’ jika parpol ini mau bersikap realistis.

“Soal Pilkada 2024, kami telah berdiskusi dengan DPP PDIP. Hasilnya, PDIP Lampung diminta untuk realistis dalam mengahadapi Pilgub Lampung. Karena faktanya, PDIP tidak menang di Lampung,” kata Sekretaris DPD PDIP Lampung, Sutono, baru-baru ini.

Hasto tidak menyebut parpol lain, selain Partai Gerindra. Ini terjadi, lantaran Gerindra merupakan partai pemenang Pemilu (Pilpres) 2024. Dimana, lebih dari 70% masyarakat Lampung menjatuhkan pilihan kepada Prabowo, Ketum Partai Gerindra, sebagai Presiden terpilih.

Baca Juga  Judol dan Pinjol Merebak Di BUMN, Nasuha Hadir Memberi Solusi

Di sisi lain, Prabowo pun menjatuhkan pilihannya kepada Rahmat Mirzani Djausal (RMD), Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, sebagai calon Gubernur Lampung 2024 – 2029. Bahkan, deklarasi pencalonan RMD sudah dilaksanakan internal partai, di Jakarta.

Nah, pesoalan ini lah yang memunculkan spekulasi politik jika Partai Gerindra akan di duetkan dengan PDIP sebagai mitra politik Pilgub. Padahal, jauh-jauh hari lalu Partai Gerindra Lampung sudah menjalin kominikasi intens bersama PKB, untuk ‘menjodohkan’ RMD dengan Jihan Nurlela, sebagai bakal calon wakil gubernurnya.

Seperti berada di persimpangan pilihan. Anatara PDIP (Umar Ahmad), atau PKB (Jihan) yang akan mendampingi RMD di hajatan politik Daerah Lampung lima tahunan nanti. Sebab, kedua figur tersebut sama-sama memiliki kans kuat untuk bisa mendulang suara.

Lantas, bagaimana dengan Pilwakot Bandarlampung yang notab3ene dipimpin oleh kader PDIP?

Baca Juga  Rakyat Hambur Dan Pangeran Pasrah

Sinyalemen yang muncul, bahwa petahana Walikota Bandarlampung Eva Dwiana sulit diusung oleh PDIP. Sebab, informasinya DPD PDIP tidak mengusulkan Eva Dwiana kepada DPP PDIP.

Bahkan, jauh-jauh hari lalu, Sekretaris DPD PDIP Lampung, Sutono telah memberi sinyal tak akan mengusung Eva Dwiana di Pilkada Serentak 2024. Alasannya, karena suami dan anak dari Eva telah bergabung dan mencalonkan diri melalui Partai NasDem.

Belakangan, sinyal tersebut ternyata mendekati kebenarannya. Eva Dwiana sudah mendapatkan rekomendasi dari PKB dan NasDem, namun belum dari partainya sendiri. Padahal, sebelumnya, Eva juga mengikuti proses penjaringan dan penyaringan sebagai calon walikota.

Bisa dijadikan catatan, bahwa parameter Pilgub Lampung ada di empat kabupaten. Yakni, Kota Bandarlampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Tengah. Dua wilayah bisa dikatakan sangat menguntungkan PDIP. Yakni, Lampung Selatan dan Kota Bandarlampung. (*)

Pos terkait