Polres dan Pemkab Pesawaran Gelar Simulasi Pengamanan Pilkades Serentak

Simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekaligus deklarasi damai, guna menyukseskan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Pesawaran/Istimewa

GEDONGTATAAN – Polres bersama Pemkab Pesawaran menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekaligus deklarasi damai, guna menyukseskan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Desember ini.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadona, berharap, semua pihak sepakat untuk melaksanakan pilkades secara damai bahkan bukan hanya di pelaksanaan pilkades saja, melainkan pasca pelaksanaan pilkades.

Bacaan Lainnya

“Semua harus siap mental baik yang menang maupun yang kalah. Setelah pencoblosan harus bisa menerima apa yang sudah terjadi,” ujar dia, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga  Nenek 75 Tahun di Pringsewu Ceburkan Diri ke Sumur

Bersama forkopimda, Dendi mengatakan, di Mapolres Pesawaran, seluruh instansi berkumpul berkomitmen untuk melaksanakan pilkades dengan damai. Semua calon mempunyai tujuan mulia yang sama yaitu ingin memajukan desanya masing – masing.

“Kita mempunyai niat yang baik, para calon semua mempunyai visi misi yang baik serta mempunyai tujuan yang mulia, yaitu memajukan desanya masing masing, sehingga disini kita berkumpul berkomitmen untuk melaksanakan pilkades dengan damai,” ucap dia.

Ia pun mengingatkan kepada para calon kades agar menjaga tim suksesnya masing-masing supaya dapat mengedepankan sikap berdamai, berketertiban dan menjaga keamanan secara bersama di tempat wilayah pemilihan masing-masing.

Selain deklarasi damai, Pemkab Pesawaran berkolaborasi dengan TNI, Polri, Satpol PP juga linmas melakukan simulasi pelaksanaan pemilihan pada hari H.

Baca Juga  Usai Konfercab, Imam Syafi'i Resmi Nahkodai PCNU Lambar

Simulasi ini menunjukan bagaimana penerapan protokol kesehatan di TPS yang telah ditentukan. Pemilih akan diundang dengan waktu yang berbeda dan setelah memberikan hak suaranya pemilih diharapkan untuk meninggalkan lokasi TPS agar tidak terjadi kerumunan dilokasi TPS.

Selain itu, disimulasikan juga bagaimana cara mengatasi kemungkinan terjadinya chaos/bentrok antar pendukung calon kepala desa.

“Diharapkan simulasi ini jangan hanya dijadikan formalitas dan ceremony belaka, panitia mulai dari tingkat Desa sampai tingkat Kabupaten wajib mensosialisasikan untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan,” kata Dendi.(MDS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan