PSHT Beri Waktu 10 Hari ke Polres Tubaba, Ungkap Kasus Penembakan di Register 44

Sejumlah pengurus dan anggota Persaudaraan Setia Hati Teratai, gelar aksi damai di depan Mapolres Tulangbawang Barat/Istimewa

PANARAGAN – Sejumlah pengurus dan anggota Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Cabang Kabupaten Way Kanan, Tulangbawang Barat dan Tulang Bawang, gelar aksi damai di depan Mapolres Tubaba, Senin (19/12/2022).

Kedatangan pengurus dan anggota PSHT tersebut disambut langsung oleh Wakapolres Tubaba Kompol Heru Sulistyananto.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Iptu Dailami, menjelaskan kedatangan sejumlah pengurus dan anggota PSHT dari tiga cabang kabupaten itu selain aksi damai juga dalam rangka menanyakan perkembangan perkara penembakan terhadap satu orang anggota PSHT.

Selain itu mereka menuntut agar jajaran Polres Tubaba segera mengusut dan menangkap pelaku penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap salah satu anggota PSHT warga Kampung Kota Jawa, Kecamatan Negara Batin,Way Kanan, di Areal Register 44, Tubaba atas nama Sutikno (45) yang terjadi pada Minggu, 4 Desember 2022 lalu, yang sampai saat ini pelakunya belum ditemukan.

Baca Juga  Pemuda Menggala Ditangkap Saat Hendak Transaksi Sabu

“Polres Tubaba telah melakukan penanganan langsung atas kejadian penembakan beberapa waktu lalu. Kami juga sudah membentuk tim yang bekerjasama dengan Tekab 308 Presisi Polda Lampung agar kasus penembakan ini cepat terungkap,” jelas Dailami.

Sementara, kuasa hukum PSHT, Alam Satria Kenali, meminta batas waktu atau estimasi kepasa pihak kepolisian untuk dapat mengungkap kasus dan menangkap pelaku penembakan.

“Sehingga kami dapat memberikan pemahaman untuk meredam massa warga PSHT yang datang hari ini agar kejadian tersebut tidak berkembang menjadi besar,” jelas dia.

Baca Juga  Polda Lampung Tahan Tersangka Dugaan Penghentian Ibadah

Hal itu, sambung dia, sebagai satu bentuk kepedulian dan jiwa soliditas kebersamaan anggota PSHT guna menuntut keadilan, dan mendesak aparat kepolisian Polres Tubaba untuk mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.

Diketahui, dari kesepakatan hasil mediasi bersama antara Polres Tubaba dan PSHT, diberikan batas waktu 10 hari kepada kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku penembakan.

Namun, jika dalam batas waktu yang sudah disepakati bersama tidak ada kepastian dalam pengungkapan kasus tersebut, maka warga PSHT akan menagih janji dan mengancam untuk melakukan orasi kembali dengan menurunkan massa lebih banyak.(*/TAM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan