Revitalisasi SDN 14 Mesuji Timur Terindikasi Tak Sesuai Spek

Revitalisasi SDN 14 Mesuji Timur Terindikasi Tak Sesuai Spek
Revitalisasi SDN 14 Mesuji Timur Terindikasi Tak Sesuai Spek. Foto Istimewa

Mesuji – Pekerjaan revitalisasi dan rehabilitasi SD Negeri 14 Mesuji Timur, yang dilakukan oleh CV Pilar Buana dengan nilai kontrak Rp22 miliar lebih dari APBD (DAK) Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2023, mendapat sorotan tajam.

Proyek ini, yang terletak di Desa Tanjung Mas Rejo, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji Lampung, diduga tidak mengacu pada perencanaan teknis yang mendasar.

Bacaan Lainnya

Awak media yang berada di lokasi menemukan banyak kejanggalan, termasuk adukan cor tiang yang campuran tidak sesuai spesifikasi dan pengecatan dinding yang dilakukan tanpa penggupasan terlebih dahulu. Bahkan, bagian tepi lantai terlihat mulai rontok.

Baca Juga  Kejari Mesuji Musnahkan Miliaran Uang Palsu

Seorang tukang bangunan yang enggan disebut namanya mengakui bahwa adukan bahan yang digunakan kurang batu split karena adukan terakhir terpaksa dilakukan tanpa batu split demi mempercepat pekerjaan. Hal ini menjadi indikasi bahwa proyek tersebut terkesan asal-asalan.

Warga setempat menyatakan keprihatinan terhadap pembangunan sekolah dengan anggaran miliaran rupiah yang tidak mencerminkan kualitas maksimal.

Mereka menyoroti kurangnya pengawasan di lapangan, menyebabkan penggunaan bahan material yang asal-asalan. Pembangunan lapangan futsal yang sedang dikerjakan juga dinilai tidak sesuai spesifikasi, dapat menyebabkan kerugian negara, dan mempercepat kerusakan bangunan.

Baca Juga  Pengelolaan Dana Desa Margo Bakti Mesuji Picu Kekhawatiran

Dengan dana berasal dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah, proyek ini seharusnya mencerminkan standar kualitas yang tinggi.

Kritik yang muncul menggarisbawahi perlunya keterlibatan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Masyarakat mendesak agar dilakukan investigasi, audit, dan pemeriksaan yang menyeluruh untuk mengungkapkan kebenaran, serta memastikan tanggung jawab pihak terkait dalam pelaksanaan proyek ini.

Keterbukaan dan tindakan cepat dibutuhkan agar kerugian negara dapat dihindari dan kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan dapat dipulihkan.(Dik)

Pos terkait