RSUD Ryacudu Sepi Pasien, Hutang Obat Hingga Konflik Internal jadi Pemicu

KOTABUMI – Sejumlah permasalahan yang menimpa RSUD Ryacudu Kotabumi, jadi salah faktor sepinya pasien di rumah sakit plat merah tersebut.

Direktur RSUD HM Ryacudu, Aida Fitriah Subandhi, mengaku, permasalahan itu di antaranya adalah hutang obat yang berujung kurangnya pasokan obat, kondisi fisik bangunan, konflik internal mengenai jasa pelayanan, dan kebijakan dokter spesialis yang kerap merujuk pasien untuk berobat di tempat lain.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  15 Desa di Lamtim Masuk Lokus Percepatan Penurunan Stunting

“‎Imbas dari persoalan itu sangat besar karena membuat kepercayaan publik menjadi berkurang. Akibatnya, ini yang terjadi, sepi pasien,” kata dia, Kamis (3/11/2022).

Meski tak mudah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, namun Aida mengaku, akan berusaha keras untuk mendapatkannya.

Salah satunya dengan menjalin komunikasi yang intensif dengan pemkab dan legislatif, menyediakan obat-obatan yang diperlukan, menetapkan skala prioritas anggaran, dan pembenahan internal.

“Seiring berjalannya waktu, semoga yang kami lakukan akan mampu membuat publik kembali percaya pada kami sehingga mereka mau berobat lagi di sini,” ucap dia.

Baca Juga  Gelar Reses, Ketua DPRD Lampura Serap Aspirasi Masyarakat Desa Candimas

Diketahui, kabar tentang RSUD Ryacudu Kotabumi Lampung Utara yang sepi pasien ternyata bukan isapan jempol belaka. Buktinya, sejumlah ruangan terlihat kosong karena tak ada pasiennya.

Ruangan-ruangan itu di antaranya ruangan anak, ruangan bedah, ruangan kebidanan, ruangan VIP C, sampai ruangan penyakit dalam. Kalaupun ada, pasien yang ada di dalam ruangan – ruangan tersebut tak lebih dari dua atau tiga orang.(RED)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan