PRESIDEN Jokowi sebaiknya juga menengok kondisi jalan-jalan penghubung antarkecamatan di Lampung Selatan yang juga rusak parah.
Jalan-jalan penghubung antarakecamatan di Lampung Selatan banyak rusak sejak pembangunan ruas jalan tol Sumatera karena sering dilewati kendaraan besar. Seperti Jalan Penghubung Kalianda dan Kecamatan Way Panji, dimana kondisinya sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintas.
ANTARA melaporkan, jalan Lubuk Kamal yang merupakan jalan penghubung antar kecamatan kondisinya rusak parah sepanjang sekitar dua kilometer.
Ron Lena, warga Kecamatan Way Panji, berharap pemerintah setempat dapat segera memperbaiki jalan menuju Kecamatan Way Panji, yang kondisinya rusak parah.
“Kami berharap pemerintah cepat memperbaiki jalan, karena sudah banyak yang terjatuh,” kata Ron saat ditemui di Jalan Way Lubuk.
Ia juga mengatakan bahwa akibat dari rusaknya jalan tersebut sudah banyak pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan di jalur itu.
“Untuk kecelakaan banyak, karena memang jalannya rusak parah, apalagi kalau hari hujan seperti kubangan sawah lumpur semua,” kata dia.
Menurut dia, jalan tersebut terakhir kali diperbaiki atau diaspal sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu.
Saat pembangunan ruas jalan tol Sumatera, kata dia, jalan tersebut sering dilewati kendaraan besar yang mengakibatkan hancurnya jalan itu.
“Dulu waktu pembangunan jalan tol, jalan itu banyak dilewati mobil-mobil besar yang mengangkut tanah dan batu serta alat berat,” kata dia.
Rizal, warga Sukatani yang setiap hari melintasi jalan tersebut berharap agar pemerintah daerah senantiasa memperbaiki jalan tersebut, karena tingginya mobilitas pergerakan ekonomi melintasi jalan tersebut.
“Harapannya ya segera diperbaiki, karena jalan tersebut setiap hari dilewati para pengangkut hasil bumi, seperti sayuran dan bahan pangan,” kata Rizal.
Jalan rusak di Lampung Selatan juga terpantau di Desa Sabah Balau. Jalan menuju desa itu banyak berlubang di kedua sisi jalan.
Pantauan wartawan pada Selasa (2/5/2023) di Jalan Terusan Endro Suratmin (Bandarlampung), yang merupakan salah satu akses utama menuju Desa Sabah Balau rusak parah sepanjang 1 kilometer.
“Tolonglah pemerintah perhatikan, dan harus diperhatikan jalan Endro Suratmin ini, mau kapan lagi diperbaiki,” kata salah seorang warga setempat Awi (45).
Dia mengatakan bahwa akibat dari rusaknya jalan Terusan Endro Suratmin tersebut sudah banyak korban kecelakaan di jalur tersebut bahkan menyebabkan warga meninggal dunia karena terjatuh.
“Kalau kecelakaan banyak, karena menghindari lubang-lubang di jalan itu, tahun 2022 malahan ada seorang ibu yang jatuh di jalan itu meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit,” kata dia.
Menurutnya, terakhir kali jalan tersebut diperbaiki atau diaspal sekitar 4 sampai 5 tahun yang lalu setelah jalan tol selesai dibangun.
“Jadi dulu itu karena jalan ini memang rusak parah, warga komplain ke Waskita kemudian diuruk oleh mereka dari sisa-sisa pembangunan jalan tol,” ujarnya.
Namun, berjalan waktu jalan yang diuruk ternyata menimbulkan masalah yakni debu kalau musim panas dan becek kalau hujan, sehingga warga melakukan komplain lagi, kemudian pemerintah membenahi dengan diaspal.
“Tapi kenyataannya belum 10 tahun bahkan belum 5 tahun saja, aspalnya sudah rusak berlubang,” kata dia.
Bahkan, lanjut dia, warga setempat melakukan swadaya untuk menutup lobang-lobang yang ada di jalan tersebut dengan batu kapur, guna meminimalisir adanya kecelakaan akibat jalan rusak.
“Jelang lebaran kami warga gotong royong menutup jalan lobang di sekitaran Tugu Putri Menari ini, karena tidak adanya perhatian dari pemerintah setempat,” ujarnya.
Sementara itu, Warga Sabah Balau lainnya Sofyan, berharap kedua sisi Jalan Terusan Endro Suratmin diperbaiki dengan kualitas aspal yang lebih baik dari sebelumnya.
“Tentu jalan berlubang dan rusak parah ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat terlebih bila hujan datang, jalannya sangat becek dan rawan akan terjadinya kecelakaan tunggal,” kata dia.
Diketahui berdasarkan data Dinas Bina Marga Bina Konstruksi Provinsi Lampung dari total panjang jalan yang menjadi kewenangan provinsi sepanjang adalah 1.693,273 kilometer, dengan 98 ruas jalan yang di bagi dalam 16 koridor.
Dari jumlah tersebut untuk jalan dengan kondisi mantap ada 76,85 persen dan tidak mantap sebanyak 23,15 persen.
Dengan kondisi jalan rusak berat sepanjang 256,471 kilometer, rusak ringan 131,076 kilometer, rusak sedang 468,630 kilometer, dan kondisi baik 832,666 kilometer.
(ant/iwa)





