Sinergi Mahasiswa UTB dan Warga: Kolaborasi KKN UTB Berdampak Kembangkan Potensi Desa Tegal Sari

Pringsewu – Mahasiswa Universitas Tulang Bawang (UTB) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 di Desa Tegal Sari, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Kegiatan pengabdian ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ir. Susanti Sundari, AT., MM., IPM. Dalam program kerja yang telah disepakati bersama Kepala Pekon, tujuan utamanya adalah mengubah pola pikir masyarakat dari yang pasif dan bergantung menjadi lebih mandiri, kreatif, dan produktif.

Ir. Susanti Sundari menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan penerimaan seluruh warga, terutama Kepala Pekon Tegal Sari. Ia menilai bahwa pembelajaran memecahkan masalah dan membersamai masyarakat selama tinggal di desa merupakan pengalaman hidup berharga yang tidak terlupakan. “Alhamdulillah para mahasiswa dapat mengatur stamina dan menjaga kesehatan selama pelaksanaan KKN,” ujarnya.

Suharto, SH, Kepala Pekon Tegal Sari, menyambut baik kehadiran mahasiswa UTB dan mengapresiasi manfaat yang telah dirasakan desa dan masyarakat. Menurutnya, para mahasiswa yang berasal dari lima program studi—Farmasi, Teknik Industri, Administrasi Publik, Administrasi Bisnis, Peternakan, dan Hukum—mampu berbaur dan mendorong pengembangan berbagai potensi desa. “Saya sangat berharap kerja sama mahasiswa dengan warga dalam mengembangkan potensi lokal dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Tak Berizin, Tempat Hiburan Malam di Bumi Agung Ditutup

Program kerja mahasiswa UTB meliputi serangkaian kegiatan terstruktur, antara lain: sosialisasi dan diskusi terbuka dengan remaja SMA mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas, HIV/AIDS; edukasi bijak bersosial media; edukasi pengelolaan sampah; pembentukan kampung literasi untuk meningkatkan minat baca dan menulis; pendampingan dan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan deterjen dengan perhitungan HPP; pelatihan pembuatan jamu tradisional untuk mengatasi menstruasi; pengenalan minuman antioksidan; pembuatan apotek hidup dengan tanaman obat keluarga (TOGA) beserta sosialisasi kepada ibu-ibu PKK; pelatihan pembuatan pupuk kompos dengan Trichoderma spp dan edukasi penggunaan pupuk organik bagi petani; pembuatan silase serta edukasi sanitasi kandang dengan bahan herbal untuk peternak, dan lain-lain.

“Semua kegiatan mahasiswa KKN UTB merupakan upaya mengimplementasikan teori dan keterampilan yang dipelajari di kampus, sekaligus memecahkan masalah di masyarakat. Mahasiswa juga mengembangkan sikap profesional, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama. Mereka membantu masyarakat melalui pemberdayaan, yang menjadi tujuan utama KKN ini,” ujar DPL mewakili perguruan tinggi saat acara pisah pamit. “KKN ini adalah pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sekaligus berkontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  4.466 Guru Honorer Lamsel Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Sebagai simbolisasi berakhirnya kegiatan KKN UTB, diberikan cendera mata dan diadakan makan tumpeng sate bersama. Acara ini bukan sekadar seremonial perpisahan, melainkan momen mempererat silaturahmi antara mahasiswa, DPL, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja sama selama pelaksanaan KKN. Penyerahan cendera mata dan menikmati tumpeng sate menjadi ungkapan terima kasih atas sambutan hangat dan kolaborasi yang terjalin, sekaligus harapan agar manfaat program KKN ini terus dirasakan masyarakat dan menjadi kenangan manis bagi mahasiswa sebelum kembali ke kampus.

Pos terkait