Bandarlampung – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) dinilai tak maksimal. Masyarakat pun akhirnya bandingkan dengan pelayanan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo.
Resta, salah satu pasien menilai, mengurus surat kesehatan dan surat bebas narkoba untuk tes CPNS di RSDUAM tidak sesuai dengan prosedur.
Pasalnya, pasien hanya dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan saja, tidak dilakukan pengecekan kesehatan secara benar dan pasien diikenakan tarif Rp300 ribu.
“Cuma diukur tinggi badan dan berat badan saja, setelah itu dikasih surat keterangan sehat, totalnya Tiga Ratus Ribu dapet surat keterengan sehat dan bebas narkoba,” tuturnya, Senin (2/10/2023).
Ia juga mengeluhkan pelayanan di rumah sakit rujukan utama Provinsi Lampung itu.
Ia mengaku pelayanan di rumah sakit tersebut tak maksimal bahkan terkesan tak ramah.
“Kemarin saya ngurus surat keterangan sehat, saya liat pelayannya seperti marah gitu karena salah satu orang yang juga mengurus keterangan sehat KTP-nya buram, pelayanannya itu seperti marah-marah gitu dengan nada yang keras,” tambahnya.
Lebih lanjut, Resta mengatakan bahwa pelayanan di RSUDAM ini tak sebanding dengan Rumah Sakit Urip Sumoharjo.
Ia mengaku pernah juga dirawat di Rumah Sakit Urip tersebut, pelayanannya dinilai sigap, tanggap, ramah, dan sesuai dengan prosedur yang ada sehingga dirinya merasa puas dengan pelayanan Rumah Sakit Urip Sumoharjo itu.
Saat dikonfirmasi ke pihak Humas RSUDAM, Safta Putra mengatakan bahwa prosedur pengecekan kesehatan itu harus melalui pengecakan secara menyeluruh termasuk cek tensi darah dan kesehatan mata.
“Biasanya tensi darah dicek juga kemudian kesehatan mata, kalau dicek tinggi badan dan berat badan aja mungkin biar cepat,” ujarnya.
Sangat disayangkan jika para petugas Rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung itu tidak menjalankan tugas sesuai dengan prosedur.(Alb)





