MTM Tuding Pembangunan Jalan Nasional Bengkulu-Pesibar Asal-Asalan, Belum Jadi Sudah Banyak yang Rusak

Ketua Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Lampung, Ashari, mengaku prihatin dengan masa depan jalan saat dilakukan pengerjaan AC WC (lapis Aus) tidak akan berumur panjang atau cepat rusak. “Itu baru pondasi dasar, tapi sudah ada yang rusak,” ujarnya, Kamis (11/5/2023).

BANDARLAMPUNG – Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Lampung kembali merilis temuannya. Kali ini terkait pembangunan infrastruktur jalan nasional ruas Provinsi Bengkulu -Simpang Gunung Kemala-Padang Tambak, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) dan jalan-jalan serupa yang masuk Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Dari hasil investigasi lapangan, MTM menemukan jalan-jalan tersebut sudah banyak yang rusak.

Ketua Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Lampung, Ashari, mengaku prihatin dengan masa depan jalan saat dilakukan pengerjaan AC WC (lapis Aus) tidak akan berumur panjang atau cepat rusak.

Bacaan Lainnya

“Itu baru pondasi dasar, tapi sudah ada yang rusak,” ujarnya, Kamis (11/5/2023).

Informasi itu, aku Ashari, setelah pihaknya menginvestigasi pelaksanaan proyek yang dikerjakan PT. Suci Karya Badinusa dan PT Djuri Teknik secara langsung.

Ia menjelaskan, pekerjaan untuk lajur sepanjang Bengkunat dilakukan tambal sulam, tidak ada pemasangan “prime coat” terlebih dahulu, sehingga “agregate” yang sudah dipasang dan dipadatkan mengalami kerusakan dan tercecer keluar.

“Patut dicurigai pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi,” ujarnya.

Kata dia, proyek pembangunan yang ditangani satuan kerja instansi di bawah Kementerian PUPR yang bersumber dari APBN 2023 telah dikerjakan sejak bulan Februari 2023.

Jalan yang mengalami kerusakan lainnya sepanjang Kecamatan Sekincau pada lajur lintas Liwa, Batuketulis, Jembatan Semangka Lunik 2, sedangkan lajur arah Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBB) masih dikerjakan.

Preservasi jalan dan jembatan Ruas Simpang Gunung Kemala – Sanggi dikerjakan PT Djuri Teknik sedang tahap pelaksanaan, terutama di wilayah Bengkunat, kawasan TNBB.

“Kami dan tim kerja akan terus memantau pelaksanaan pekerjaan tersebut, bersama elemen masyarakat lainya,” tegas dia.(*)

Pos terkait