Pesawaran – Warga masyarakat Desa Sukaraja Kecamatan Gedongtataan kecewa dengan sistem penerimaan murid baru tahun ajaran 2023 – 2024 di SMPN 1 Pesawaran.
Hal ini diduga karena kepala sekolah tidak mengutamakan pendidikan berbasis zonasi.
Persoalan ini langusng diungkapkan oleh Fitri selaku orang tua dari Yurika saat menghubungi Haluan Lampung, Senin (26/6/2023).
Dia mengaku, karena alih -alih alasan margin eror dalam pendaftaran murid baru tahun ajaran 2023 – 2024 menyebabkan Yurika calon murid baru sebagai anak bangsa harus menelan rasa pahit tidak mengenyam dunia pendidikan di daerah zona SMPN 1 Pesawaran.
“Padahal SMPN 1 Pesawaran dekat dari kediaman kami dengan jarak kisaran 100 meter,” ujar dia.
Dia juga menyayangkan alasan pihak sekolah yang diduga tidak masuk akal, padahal di zaman transisi pasca pandemi Covid 19 yang masih sangat sulit untuk mengembalikan stabilitas ekonomi, SMPN 1 Pesawaran merupakan solusi terbaik untuk anaknya mengemya pendidikan dengan tanpa biaya transportasi yang tinggi.
“Saya kecewa atas sistem penerimaan murid baru di SMPN 1 Pesawaran, saya duga ada (sistem) dalam penerimaan murid baru tahun ini, yang membuat anak saya tidak mau sekolah, karena malu tidak diterima di SMPN 1 Pesawaran,” tutup Fitri.
Sementara, saat Tim Haluan Lampung saat menyambangi kantor Kepala SMPN 1 Pesawaran, tim ditolak dengan halus, dengan menyatakan bahwa kepala sekolah tidak terima tamu pada hari ini.
“Maaf pak hari ini tidak terima tamu dulu,” kata salah satu dewan guru yang enggan namanya dipublikasikan.(Mds/Tim)








