Hujan Jebol Wilayah Bandarlampung, Satu Nyawa Melayang

Hujan Jebol Wilayah Bandarlampung, Satu Nyawa Melayang
Hujan Jebol Wilayah Bandarlampung, Satu Nyawa Melayang. Foto Istimewa

Bandarlampung jebol, enam kecamatan terendam banjir, satu warga meninggal dunia, serta ribuan orang menjerit tak bisa menyelamatkan barang berharga milik mereka.    

Bandarlampung – Wajah sesungguhnya Kota Bandarlampung terlihat jelas usai daerah ini diguyur hujan selama kurang lebih tiga jam, Sabtu (24/2/2024) sore hingga malam hari, kemarin. 

Bacaan Lainnya

Enam wilayah kecamatan disapu banjir dengan ketinggian air bervariasi. 

Terparah, terjadi di kawasan Kepayang Jalan Raden Gunawan dan Terusan Nunyai Rajabasa, dimana ketinggian banjir mencapai dua meter. 

Ribuan warga terdampak terpaksa diungsikan ke lokasi aman. Masjid serta fasilitas umum lain menjadi titik terbaik untuk bermalam sementara.

Pantauan lapangan, Sabtu malam ratusan personel Brimob dan Sabhara Polda Lampung digerakkan ke sejumlah lokasi banjir. 

Akan halnya tim SAR gabungan, TNI, BPBD dan relawan yang juga turut serta mengevakuasi ratusan warga terdampak.

Data inventaris Polda Lampung, lokasi banjir terparah terjadi di enam kecamatan. Yakni, Kedaton, Rajabasa, Way Halim, Sukabumi, Kedamaian, dan Panjang.

Sejumlah kawasan perumahan tergenang. Mulai dari Bataranila, Perum Polri, BKP Kemiling, serta perumahan lain di Way Halim, Sukabumi, hingga Kedamaian. 

Beberapa kampus perguruan tinggi juga tak luput dari genangan air, seperti Polinela Lampung dan Universitas Teknokrat Indonesia (UTI). Rumah Sakit Urip Sumoharjo pun ikut terkontaminasi. 

Beberapa unit sepeda motor di halaman parkir rumah sakit tersebut, terseret arus hingga ‘nyangsang’ di bibir kali bagian belakang pusat pelayanan kesehatan tersebut. 

Ketinggian banjir di titik ini, mencapai 1,5 meter.

Hujan deras memang membuat ‘kucar kacir’ di sejumlah lokasi di Ibukota Provinsi Lampung ini. 

Di Terusan Nunyai, Kecamatan Rajabasa, arus air sangat deras dan membahayakan warga.

Di kawasan Kepayang Jalan Raden Gunawan Rajabasa, luapan air mencapai separuh mobil truk atau sekitar 1,9 meter. 

Beberapa rumah warga yang ada di sekitar aliran kali, nyaris terseret arus deras. 

“Kita bekerja sama dengan instansi lain seperti SAR, TNI dan relawan. Kita fokuskan evakuasi korban,” kata Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika, Minggu (25/2/2024).

Patroli di kawasan dan perumahan yang ditinggalkan warga akibat kebanjiran, juga dilakukan aparat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan mereka yang mengungsi ke lokasi aman. 

Informasi lain dari Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan, bahwa memasuki Minggu dini hari, banjir terpantau mulai surut meski pada beberapa titiknya belum bisa dijangkau tim penyelamat. 

“Lokasi itu ada di bantaran sungai (kali), arusnya masih kencang,” kata Deden.

Satu Nyawa

Diinformasikan pula, luapan banjir di Jalan KH Agung Anang Kecamatan Panjang, dilumuri cerita kelam dari warga sekitar. 

Di jalan tersebut, warga mendapati jenazah lelaki hanyut terbawa arus, Sabtu (24/2/2024) malam.

Menurut Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansah jenazah tersebut langsung dievakuasi.

“Tim SAR gabungan sudah mengevakuasinya. Tidak ada identitas (anonim) yang ditemukan,” kata Deden, Minggu (25/2/2024).

Dia menduga, jenazah terseret arus deras banjir. Korban tak kuasa melawan, hingga akhirnya tenggelam. 

“Ada warga yang sempat melihat, dia (korban) terseret arus banjir,” katanya.

Di Rajabasa juga dilaporkan, dinding bagian belakang rumah warga jebol diterjang air bah. Seluruh perabotan di rumah tersebut hanyut terbawa arus.(*)

Pos terkait