TULANG BAWANG — Keheningan malam di Kecamatan Banjar Agung mendadak pecah saat anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tulang Bawang melakukan penggerebekan di sebuah kontrakan di Kampung Tunggal, sekitar pukul 00.30 WIB.
Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi dan penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan berdiri di depan kontrakan. Sikap pria tersebut dinilai gelisah dan terus memantau keadaan sekitar sehingga mengundang kecurigaan aparat.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan identitas terhadap pria berinisial K.A.S (29), warga Kampung Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo.
Namun, jawaban yang diberikan dinilai tidak meyakinkan sehingga polisi melanjutkan penggeledahan lebih mendalam.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan tujuh butir tablet narkotika jenis ekstasi berwarna merah muda yang disimpan bersama plastik klip dan aluminium foil.
Selain narkotika, polisi turut mengamankan satu unit telepon genggam merek Infinix Hot 30i warna oranye, sepeda motor Honda Vario warna hitam, serta tas selempang hitam yang dibawa tersangka.
Kasat Narkoba Polres Tulang Bawang, Jhoni Apriwansyah mengatakan, gerak-gerik mencurigakan tersangka menjadi perhatian petugas saat patroli dan pengembangan informasi masyarakat.
“Gerak-gerik yang tidak wajar di tengah malam adalah sinyal yang tidak bisa kami abaikan. Apa yang dicari dan dilakukan warga ini di lokasi tersebut kini sudah terjawab dengan jelas melalui barang bukti yang kami amankan,” ujar Jhoni.
Ia menegaskan, penangkapan tersebut baru langkah awal dalam pengembangan kasus narkotika di wilayah Tulang Bawang.
“Kami sedang menyelami lebih dalam jejak peredaran barang haram ini. Siapa penyokongnya, dari mana asalnya, hingga ke mana peredarannya akan terus kami dalami agar rantai peredaran narkoba bisa diputus,” tegasnya.
Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tulang Bawang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga telah mengirim sampel barang bukti ke Laboratorium Forensik untuk pembuktian ilmiah, sementara penyidik terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut. (Ag)








