Lewat Gerakan Penetrasi Pasar, 6 Ton Beras dan 7.000 Liter Minyak Makan Ludes Diserbu Warga Tubaba

Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, melalui program Gerakan Serentak Penetrasi Pasar, telah mendistribusikan sekitar enam ton beras dan lebih dari 7.000 liter minyak goreng dengan harga di bawah harga pasar kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Tubaba, Desmi Anwar, mewakili Kepala Dinas Koperindag Achmad Nazaruddin, saat ditemui wartawan pada kegiatan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar di Pasar Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kamis (16/7/2026).

“Ini merupakan kegiatan Penetrasi Pasar yang keempat. Secara keseluruhan hingga hari ini, kami telah menjual lebih dari 7.000 liter minyak goreng dan sekitar enam ton beras dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran,” ujar Desmi.

Menurutnya, program Penetrasi Pasar merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Lampung yang bekerja sama dengan Perum Bulog dan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika perekonomian.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga, terutama ibu rumah tangga, memadati lokasi untuk membeli bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah seorang warga Kelurahan Panaragan Jaya, Rosmani, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dan berterima kasih. Harga minyak goreng di pasar sekitar Rp22.000 per liter, sedangkan di sini hanya Rp15.500. Begitu juga beras ukuran 5 kilogram yang biasanya dijual lebih dari Rp70.000, di sini hanya Rp58.000,” ujar Rosmani

Pos terkait